Main Menu

Buah Asli Indonesia Mulai Langka, Ini Yang Dilakukan LIPI Dan ASTRA

Hendri Firzani
28-04-2018 11:23

Festival Kampung Berseri ASTRA. (GATRA/Hendri Firzani/FT02)

Cibinong, Gatra.com - Jika disebut nama Menteng atau Kemang, apa yang terbayang di pikiran anda? ya, dua kawasan pemukiman elit di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Tapi, tahukah anda jika kedua nama tersebut sebenarnya berasal dari nama dua tanaman buah khas Indonesia.

 

"Ya, buah-buah itu dan puluhan jenis buah asli nusantara makin langka dan terancam punah, jika tak segera dikonservasi," ujar deputi bidang ilmu pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Enny Sudarmonowati, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/4)

 

Menteng adalah sejenis buah berbentuk bulat seperti duku namun berkulit lebih halus dan rasanya agak masam. Sementara Kemang adalah buah sejenis mangga, yang berbau harum dan memiliki rasa yang manis.  Keberadaan kedua buah ini semakin jarang terlihat di masyarakat. Padahal, kedua buah asli Indonesia itu, menurut Enny, sangat potensial untuk dikembangkan dan dibiakkan dengan teknologi terkini dan kearifan lokal.  

 

Hal itu pula kemudian menginisiasi LIPI untuk kembali mengkonservasi buah-buahan asli Indonesia lewat program Kebun Plasma Nutfah Nusantara. LIPI telah meneliti dan membudidayakan sekitar 50an jenis buah langka di Indonesia.

 

Belakangan,  ide itu mendapat sambutan pula dari pihak swasta. PT Astra Internasional Tbk, sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, juga tertarik menjalin kerjasama dengan LIPI untuk program konservasi buah Langka. "Sekarang dengan keterlibatan Astra, kita bis amengembangkan lebih banyak lagi buah langka di Indonesia, setidaknya ada 70an buah langka yang kita kembangkan," tambah Enny. 

 

Program yang dinamakan Program Konservasi Keanekaragaman Buah Langka Nusantara (PRANARAKSA) itu diresmikan oleh pejabat LIPI yang mewakili plt kepala LIPI Bambang Subiyanto, mantan menteri lingkungan Hidup Emil Salim dan jajaran eksekutif Astra Internasional  di kawasan Cibinong Science Center - Botanical Garden, Cibinong, Kabupaten Bogor. Menurut Head of CSR division Astra Riza Deliansyah, partisipasi Astra dalam PRANARAKSA sebagai bentuk kepedulian Astra terhadap lingkungan hidup yang menjadi salah satu dari 4 pilar program CSR Astra.

 

Dalam sambutannya, plt kepala LIPI Bambang Sudiyanto  mengatakan bahwa PRANARAKSA merupakan program yang sangat penting, karena dengan itu, buah-buah khas nusantara yang kini makin langka, dapat diteliti, dikembangkan dan kemudian disebarkan kembali ke masyarakat, sehingga bisa dimanfaatkan. 

 

PRANARAKSA, menurut Riza Deliansyah, tidak hanya akan dikembangkan di Cibinong, tapi  juga akan dikembangkan di sejumlah desa binaan Astra yang disebut Kampung Berseri Astra (KBA). Saat ini, Astra membina 72 KBA di seluruh Indonesia. "tapi semua disesuaikan dnegan karakteristik KBA masing-masing, misalnya untuk KBA di Pulau Pramuka, tentu yang dikembangkan soal perikanan. Sedangkan, untuk daerah lain, pengembangan buah langka akan dibuat di ruang terbuka hijau di KBA-KBA tersebut," kata Riza.

Acara ini sendiri dibarengin dengan acara jambore Adiwiyata Astra  yang diikuti 610 perserta dari 162 sekolah Adiwiyata di 14 propinsi. 

  


Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
28-04-2018 11:23