Main Menu

Pos Indonesia Lanjutkan Komitmen Kirim Buku Gratis

Flora Librayanti BR K
18-05-2018 10:17

PT Pos Indonesia peringati Hari Buku Nasional sekaligus satu tahun program Donasi Buku Untuk Masyarakat. (Dok.Pos Indonesia/RT)

Jakarta, Gatra.com - PT Pos Indonesia peringati Hari Buku Nasional sekaligus satu tahun program Donasi Buku Untuk Masyarakat. Dengan adanya program pengiriman buku gratis (Free Cargo Literacy) dari PT Pos Indonesia, sejumlah pihak merasa sangat terbantu saat harus mendistribusikan buku-buku ke daerah terpencil.

 

“Masalah utama yang dihadapi saat ini masih pada mahalnya ongkos distribusi buku-buku ke daerah-daerah terpencil. Ongkosnya lebih mahal dari harga bukunya,” ujar Nirwan Ahmad Arsuka dari Pustaka Bergerak Indonesia ketika bericara di kantor Pos pusat Jakarta, Kamis (17/5).

Namun kini permasalahan tidak hanya berhenti di situ. Soalan baru muncul terkait konten buku. Selain isi disesuaikan dengan umur, ia harap konten buku yang bertanggung jawab. “Program ini tidak hanya membuka akses tapi juga solidaritas, secara tidak langsung cegah terorisme dan kekerasan,” ujarnya lagi.

Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan, PT Pos Indonesia, Noer Fajrieansyah menambahkan, biaya yang harus mereka keluarkan untuk program pengiriman buku gratis ini dalam setahun mencapai Rp9 milyar. Sepanjang tahun ini, Pos Indonesia telah mengirimkan sebanyak 25.580 koli dengan total berat 160.463 kg buku.

Asal pengiriman masih didominasi dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta, Jawa Tengah, dan Banten. Sementara sasaran pengirima buku masih banyak ke Nusa Tenggara Timur dan Papua. “Saat ini Pos Indonesia merupakan satu-satunya BUMN yang membayar biaya pengiriman tanpa membebani dana CSR-nya,” ujar Noer.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendi berjanji akan membantu agar Pos Indonesia tidak menanggung kerugian terlalu besar untuk biaya pengiriman buku. Akan ada pembicaraan antar kementerian untuk membahas masalah ini. Ia ingin agar sasaran pengiriman buku lebih merata lagi ke seluruh Indonesia. Tidak hanya terpusat di beberapa daerah.

Muhadjir juga setuju dengan penyesuaian umur dalam konten buku. “Jangan sampai buku orang dewasa yang baca anak-anak,” katanya lagi.


 


Reporter : Umaya Khusniah
Editor : Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
18-05-2018 10:17