Main Menu

Galaksi Bima Sakti Kaya ’Mentega’ untuk Membangkitkan Kehidupan

Rohmat Haryadi
29-06-2018 10:37

Kaya mentega kehidupan (© passmil198216 / Fotolia)

Sydney, Gatra.com -- Galaksi Bima Sakti kaya molekul mirip lemak, menurut tim Australia-Turki. Astronom di Universitas New South Wales di Sydney (UNSW), dan Ege University di Turki, memproduksi material dengan sifat yang sama dengan debu antarbintang di laboratorium. Mereka menggunakan hasilnya untuk memperkirakan jumlah 'pelumas ruang angkasa' itu di Bima Sakti. Hasil penelitian mereka muncul dalam sebuah makalah bulanan, Royal Astronomical Society. Demikian Sciencedaily, 27 Juni 2018.

 

Bahan organik mengandung karbon, elemen yang dianggap penting untuk kehidupan. Meskipun ada ketidakpastian nyata atas kelimpahannya, dan hanya setengah karbon yang diharapkan ditemukan di antara bintang-bintang dalam bentuknya yang murni. Sisanya secara kimia terikat dalam dua bentuk utama, seperti minyak (alifatik) dan hidrokarbon (aromatik).

Tim UNSW-Ege menggunakan laboratorium untuk membuat material dengan sifat yang sama dengan debu antarbintang. Mereka meniru proses di mana molekul organik disintesis dengan plasma mengandung karbon dalam vakum pada suhu rendah. Materi dikumpulkan dan kemudian dianalisis dengan kombinasi teknik. Menggunakan resonansi magnetik dan spektroskopi (memecah cahaya menjadi panjang gelombang tertentu) mereka mampu menentukan seberapa kuat bahan itu menyerap cahaya dengan panjang gelombang inframerah tertentu, penanda untuk karbon alifatik.

"Menggabungkan hasil lab kami dengan pengamatan dari observatorium astronomi memungkinkan kami untuk mengukur jumlah karbon alifatik kami dan antara bintang-bintang," jelas Profesor Tim Schmidt, dari Pusat Penelitian Australia di Exciton Science di School of Chemistry di UNSW Sydney.

Para peneliti menemukan bahwa ada sekitar 100 atom karbon berlemak untuk setiap sejuta atom hidrogen. Di Galaksi Bima Sakti, jumlah ini sekitar 10 miliar trilyun trilyun ton materi berlemak, atau cukup untuk 40 trilyun trilyun paket mentega. "Lemak ruang (angkasa) ini bukan jenis yang bisa Anda oleskan pada sepotong roti panggang! Ini kotor, kemungkinan beracun, dan hanya terbentuk di lingkungan ruang antarbintang (dan laboratorium kami). Ini juga menarik bahwa bahan organik semacam ini - bahan yang sangat melimpah masuk ke dalam sistem planet," kata Schmidt.

Tim sekarang ingin menentukan kelimpahan karbon aromatik, yang akan melibatkan pekerjaan yang lebih menantang di laboratorium. Dengan menetapkan jumlah masing-masing jenis karbon dalam debu bintang secara pasti, mereka akan tahu persis berapa banyak unsur ini tersedia untuk menciptakan kehidupan.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
29-06-2018 10:37