Main Menu

LAPAN Siap Bangun Observatorium Nasional Timau sebagai Observatorium Terbesar di Asia Tenggara

Flora Librayanti BR K
10-07-2018 14:49

Lokasi dan konsep Observatorium Nasional Timau di Kecamatan Amfoang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Dok. LAPAN/Rhorom Priyatikanto/FT02)

Kupang, Gatra.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) siap memasuki tahapan persiapan pembangunan Observatorium Nasional Timau (Obnas Timau) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah digagas sejak 2015 lalu, kini situs Observatorium Nasional dan situs Taman Nasional Langit Gelap di lereng Gunung Timau, Amfoang Tengah, Kupang, NTT resmi akan dimulai.

 

“Obnas Timau merupakan observatorium terbesar di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Tenggara. Obnas ini masih jarang di kawasan langit selatan. Selain di Indonesia, hanya ada di Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Australia,” jelas Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin di Kupang, Senin (9/7).

Obnas Timau diresmikan pembangunannya oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), yang diwakili penandatanganan prasastinya oleh Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas, Dr. Agus Puji Prasetyono. Pada acara yang sama, Thomas Djamaluddin juga mencanangkan pembangunan Kantor Pusat Operasional Obnas Timau dan Pusat Sains. Kantor tersebut berlokasi di Tilong, Kupang, NTT. Fungsinya sebagai fasilitas untuk operasional Obnas Timau sekaligus pusat edukasi keantariksaan.

Mengapa dipilih Amfoang? Hal tersebut karena alasan cuaca, yaitu merupakan wilayah yang paling banyak memiliki malam cerah. Sehingga hal itu penting untuk pengamatan bintang dan benda-benda laingit lainnya. “Amfoang masih gelap, jauh dari polusi cahaya kota. Sehingga tidak mengganggu pandangan dalam melakukan pengamatan,” imbuh Thomas.

LAPAN melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas jalan agar akses menuju lokasi lancar. Selain itu, PLN dilibatkan dalam menyiapkan fasilitas jaringan listrik. LAPAN juga mengupayakan akses komunikasi bisa masuk ke wilayah ini. Selain bermanfaat untuk kelancaran komunikasi masyarakat Amfoang, sarana prasarana komunikasi akan digunakan untuk akses pengiriman data yang kemudian diolah di kantor pengendali yang di Tilong, LAPAN Bandung, dan beberapa perguruan tinggi yang bekerja sama.

“Mari kita jaga lingkungan Amfoang tetap gelap. Tidak berarti listrik tidak boleh masuk, namun meminimalkan penggunaan cahaya lampu di luar rumah. Jika memerlukan cahaya penerangan di luar, sebaiknya diarahkan ke bawah dan sebaiknya rumah yang dibangun kedap cahaya,” sambung Thomas.

Obnas Timau dibangun atas prakarsa LAPAN bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (Undana), serta Pemerintah Kabupaten Kupang. Obnas ini akan dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter.

Thomas berharap, Obnas Timau bisa berdampak bagi pencerdasan masyarakat di kawasan Indonesia Timur, Khususnya NTT. Secara nasional, LAPAN mendukung pengembangan iptek Indonesia di kawasan timur agar lebih maju dan mandiri.

“Pembangunan Obnas ini menjadi titik tolak kemerdekaan Amfoang. Potensi ini sangat bagus untuk membangkitkan perekonomian Amfoang yang sampai saat ini masih tergolong terbelakang,” kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Pemda berjanji akan serius mengupayakan pengelolaan wilayah Amfoang. Salah satunya, upaya menyuguhkan wisata kuliner khas Amfoang untuk ditawarkan kepada pendatang. Sehingga hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian warga Amfoang, tanpa mengurangi estetika kemurnian dan keindahan alam Amfoang.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
10-07-2018 14:49