Main Menu

Wali Kota Surabaya Menginspirasi 100 Saintis Perempuan Indonesia

Mukhlison Sri Widodo
19-07-2018 22:56

Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Reputasi Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah diakui dunia internasional. Karena itu, ia pun didapuk untuk berbagi kisah pengalamannya memimpin kota terbesar kedua tersebut kepada 100 lebih saintis perempuan dari Indonesia dan berbagai negara.

 

Risma sengaja dihadirkan sebagai tamu kehormatan dari First Congress Organization for Woman in Science in the Developing World (OWSD) Indonesia National Chapter yang merupakan bagian dari kegiatan International Seminar of Chemistry (ISoC) 2018.

Acara ini sendiri digelar Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (19/7).

Organisasi OWSD Indonesia National Chapter adalah organisasi nonprofit di bawah UNESCO yang mewadahi para saintis perempuan Indonesia untuk dapat berkontribusi lebih kepada bangsa dan negara.

Presiden OWSD Indonesia National Chapter, Sri Fatmawati PhD menuturkan, dalam kongres pertama sekaligus memperingati 25 tahun OWSD dunia ini sengaja menghadirkan Risma sebagai sosok yang menginspirasi dan mewakili wajah perempuan yang memiliki konstribusi penuh terhadap bangsa.

Sri Fatmawati menuturkan, keresahan yang mencoba dijawab oleh OWSD adalah banyaknya kasus perempuan yang dijadikan sebagai objek kekerasan dan kriminal di banyak hal.

Oleh karena itu, OWSD bersama semua member saintis perempuan dunia, khususnya Indonesia, mencoba untuk turun langsung ke lapangan guna mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut melalui ilmu sains yang sudah mereka kuasai.

“Kami berharap setelah selesai kongres ini, nantinya semua gagasan yang sudah kami share bersama, dapat kami implementasikan untuk kebaikkan masyarakat Indonesia, khususnya para perempuan,” tutur perempuan yang juga mendapatkan penghargaan For Woman in Science dari UNESCO ini.

Sri yang juga dosen Departemen Kimia ITS ini berpesan, melalui kongres OWSD ini diharapkan akan semakin banyak perempuan yang peduli terhadap permasalahan-permasalahan perempuan yang ada di Indonesia.

"Sehingga ke depan kehidupan perempuan di Indonesia dapat lebih sejahtera dan secara langsung dapat berkontribusi terhadap bangsa dan negara," tandasnya.

Risma mengaku bahwa sebagai wali kota perempuan pertama di Surabaya tidak mudah baginya menjalankan peranannya.

Menurutnya, sebagai seorang perempuan dan sebagai pemimpin dari sebuah kota terbesar kedua di Indonesia, tantangan terbesarnya diantaranya adalah menutup pusat perdagangan perempuan terbesar se-Asia yaitu Lokalisasi Gang Dolly.

“Saya mulai (melakukan upaya penutupan, red) tahun 2012, dan hampir setiap bulan saya bekerjasama dengan aparat kepolisian perlahan-lahan membebaskan wilayah tersebut (dari prostitusi, red),” ujarnya.

Tak cukup hanya menutup. Risma memikirkan nasib para perempuan pasca ditutup. Mereka harus diberdayakan terutama secara ekonomi.

Risma lalu membuat sebuah terobosan baru. Wajah kelam eks lokalisasi Dolly disulap menjadi salah satu Sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) Surabaya.

Hasilnya, sekarang bahkan pemasaran produk UKM dari para perempuan di eks lokalisasi Dolly sudah mendunia.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
19-07-2018 22:56