Main Menu

Apa Perbedaan Dua Gerhana Bulan 2018 Meskipun Sama Langka?

Rohmat Haryadi
26-07-2018 08:50

Ilustrasi - Gerhana Bulan. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Gerhana bulan total Sabtu dini hari terjadi saat bulan berada posisi terjauh dari Bumi. Gerhana saat punama terjauh itu (micro-moon) terjadi pada dini hari, 28 Juli 2018 (malam Sabtu) di langit barat. Micro Blood Moon akan berlangsung kala jarak Bumi dan Bulan mencapai 406.000 kilometer. Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

 

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2018 ini terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) 31 Januari 2018 dan 28 Juli 2018. Keduanya dapat diamati dari Indonesia.

Kedua gerhana itu sangat langka, namun penyebabnya berbeda. Gerhana 31 Januari adalah trilogi pentas langit setiap 152 tahun. Disebut supermoon trilogy karena tiga peristiwa dialami bulan, yaitu supermoon, blue moon, dan gerhana. Disebut supermoon atau purnama super karena penampakan bulan 30% lebih terang karena jaraknya paling dekat dengan Bumi. Fenomena blue moon atau bulan biru karena dalam sebulan terjadi dua purnama. Dan yang terakhir gerhana bulan total. Ketiga peristiwa berbarengan hanya terjadi setiap 1,5 abad.

Sedangkan gerhana akhir Juli ini menjadi gerhana bulan total terlama abad ini (107 menit), kejadian ini cukup langka. Hanya terjadi setiap satu abad. Penampakan bulan saat purnama terjauh lebih kecil 15% daripada saat super purnama atau supermoon. Micromoon merupakan lawan dari supermoon.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
26-07-2018 08:50