Main Menu

Bulan Berkarat di Langit Jakarta

Rohmat Haryadi
27-07-2018 07:58

Gerhana bulan (Shutterstock)

Jakarta, Gatra.com -- Fenomena bulan berkarat menghiasi langit Jakarta, Sabtu dini hari ini. "Warna merah darah tersebut disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi sehingga warna merah cahaya matahari yang menimpa purnama," kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Gerhana bulan total Sabtu dini hari terjadi saat bulan berada posisi terjauh dari Bumi.

 

Gerhana saat punama terjauh sering juga disebut sebagai minimoon terjadi pada di langit barat. Fase gerhana sebagian mulai pukul 01.24 sampai pukul 05.19 WIB (untuk WITa dan WIT menyesuaikan). "Fase total terjadi pada pukul 02.30-04.13 WIB, selama 107 menit, terlama di abad ini," kata Thomas.

Gerhana saat ini menjadi yang terpanjang pada abad ini karena bulan melintas dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan bumi. Dan jarak bulan terjauh dari bumi. Dengan dua faktor itulah purnama berada dalam kegelapan bayangan bumi lebih lama dari gerhana bulan pada umumnya.

Pada saat gerhana bulan total, bulan berwarna merah darah sehingga disebut blood-moon. Maka fenomena akhir Juli ini disebut juga sebagai micro-blood-moon. Fenomena ini terjadi ketika bulan mengorbit Bumi pada jarak 406.401 kilometer atau 50 ribu kilometer lebih jauh daripada Supermoon (jarak terdekat Bulan dengan Bumi).


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
27-07-2018 07:58