Main Menu

Seperti Inilah Habitat Pemukiman Masa Depan di Mars

Rohmat Haryadi
31-07-2018 20:43

Beragam rancangan rumah di Mars yang bisa dicetak dengan Printer 3D (NASA)

Illinois, Gatra.com -- Finalis kompetisi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) menampilkan habitat cetak 3 dimensi (3D) yang mereka yakini dapat digunakan untuk menjajah planet merah dalam beberapa dekade mendatang. Tidak hanya mengusulkan desain, kompetisi mensyaratkan peserta harus menampilkan ketebalan dinding, pemanasan, dan tekanan yang tepat untuk menahan kondisi ekstrim Mars. Desain tersebut harus bisa dicetak 3D di permukaan Mars. Demikian Dailymail, 31 Juli 2018.

 

Dari 18 tim dari seluruh dunia yang mengikuti kompetisi mengerucut menjadi lima finalis. Mereka ditugasi menciptakan model cetak 3D dengan skala sepertiga dari desain akhir mereka. Ada hadiah US$ 2 juta (Rp 29 milyar) untuk pemenang kompetisi, dengan model akhir selesai pada musim semi 2019.

Finalis kompetisi NASA telah mengungkapkan habitat cetak 3D yang luar biasa yang dapat digunakan untuk menjajah planet merah. Nasa bermitra dengan Bradley University of Peoria, Illinois untuk memilih lima tim teratas untuk maju ke tahap berikutnya dari kompetisi 3D-Printed Habitat Centennial Challenge.

Mereka yang telah maju ke tahap berikutnya berbagi hadiah US$ 100.000 (Rp1,45 milyar). Hadiah uang diberikan kepada lima tim berdasarkan skor yang ditetapkan panel ahli dari NASA, akademisi, dan industri. Para hakim menilai representasi digital rumah Mars masa depan, yang dibangun menggunakan perangkat lunak khusus.

Peserta dinilai berdasarkan kelengkapan dan tata letak habitat, serta seberapa mudah desain dapat dicetak 3D di permukaan planet merah. "Kami senang melihat keberhasilan kelompok tim yang beragam ini yang telah mengikuti kompetisi ini dalam gaya mereka yang unik," kata Monsi Roman, manajer program untuk Tantangan Seratus Tahun NASA.

"Mereka tidak hanya merancang struktur, mereka merancang habitat yang akan memungkinkan penjelajah ruang angkasa kami untuk hidup dan bekerja di planet lain. Kami senang melihat desain mereka," katanya. Tantangan Habitat Cetak 3D bertujuan untuk melanjutkan pengembangan tempat perlindungan berkelanjutan yang suatu hari nanti akan menempati bulan atau Mars.

Tantangan ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2014. Untuk kompetisi pertama, NASA mempersyaratkan tim untuk menyerahkan rendering arsitektur habitat mereka pada awal 2015. Bagian kedua dari kontes ini, yang dikenal sebagai Tahap Dua, adalah 'Kompetisi Anggota Struktural', yang berfokus pada teknologi material dan tim yang dibutuhkan untuk membuat komponen struktural untuk desain mereka. Ini selesai pada 2017.

Tahap ketiga adalah Kompetisi Habitat Di Tempat. Peserta harus membangun tiga dimensi. Untuk tingkat virtual, tim harus menggunakan perangkat lunak Pemodelan Informasi Bangunan untuk mendesain suatu habitat. "Kami mendorong berbagai pihak untuk datang dengan desain inovatif untuk bagaimana mereka membayangkan habitat di Mars," kata Lex Akers, dekan Caterpillar College of Engineering and Technology di Bradley University, mitra NASA dalam kompetisi ini.

"Tingkat virtual memungkinkan tim dari sekolah menengah, universitas dan bisnis yang mungkin tidak memiliki akses ke printer 3D besar untuk tetap menjadi bagian dari kompetisi karena mereka dapat bekerja sama dengan mereka yang memiliki akses ke mesin tersebut untuk tingkat akhir dari kompetisi," katanya. Para ahli semakin percaya bahwa manusia dapat hidup di Mars.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
31-07-2018 20:43