Main Menu

Ular Berbisa Sekeluarga Ular Cobra Ditemukan Peneliti Inggris

Aries Kelana
16-08-2018 20:16

Vermicella parscauda.(Dok. University of Queensland/re1)

Swansea, Gatra.com -- Ular spesies baru ditemukan di Australia. Dalam kelompok ular berbisa seperti Cobra. Panjangnya 50-100 centimeter. Adalah para ilmuwan di College of Science, Swansea University, Inggris, yang menamakannya sebagai Vermicella parscauda.

Ilmuwan tersebut menamakannya setelah melakukan pemeriksaan genetika termasuk data molekuler ular yang terdapat dalam data di laboratorium miliknya. 

Sampel genetik baru dan data morfologi ular dikumpulkan untuk dibandingkan dengan semua spesies ular-ular sejenis lainnya. Setelah dianalisa, Arbuckle mendapatkan kesimpulan bahwa ular tersebut merupakan spesies baru yang tidak ditemukan sebelumnya.

Arbuckle mengaku gembira. "Setelah melakukan analisis data molekuler, kami menemukan bahwa kami memang menemukan spesies yang jelas berbeda dari ular-ular yang dikenal sebelumnya,” katanya dalam situs scitechdaily.com (25/7/2018).

Sebenarnya ulah tersebut sudah ditemukan oleh ilmuwan dari Universitas Queensland, Autralia bernama Bryan Fry. Ia menemukannya bersama Freek Vonk dari Naturalis Biodiversity Centre pada tahun 2014. Namun ketika itu, kedua peneliti belum yakin mengenai spesies baru tadi. Sehingga belum berani menamakannya. Kedua peneliti itu hanya  menduga bahwa spesimen itu berbeda dengan spesies ular-ular lainnya.

Dua tahun berselang, Fry dan timnya yang lain menemukan ular yang lain – di tempat yang sama. Dari situ mereka menduga bahwa ular tersebut berbeda dengan ular-ular yang lainnya yang sebelumnya ditemukan.

Untuk meyakinkannya, mereka membawanya ke Kevin Arbuckle, ilmuwan di College of Science, Swansea University, Inggris.  

Ular berbisa itu termasuk dalam golongan elapids. Ia termasuk dalam keluarga Cobra. Meski begitu racunnya tidak mematikan seperti ular Cobra. Racunnya malah bisa dimanfaatkan sebagai obat. “Begitu racun dari spesies baru ini diselidiki, campuran kompleks dari bahan kimia aktif biologis memiliki potensi untuk mengarah pada perkembangan obat di masa depan yang dapat membantu manusia,” umbuh Arbuckle.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
16-08-2018 20:16