Main Menu

Parna Raya Siapkan Masyarakat Danau Toba Jago Berbahasa Inggris

Hendry Roris P. Sianturi
02-09-2018 09:16

Yayasan Marianna Parna Raya Group dan The British Institute mengadakan pelatihan bahasa inggris di pulau samosir.(GATRA/Hendry Roris/re1)

Artikel Terkait

Kabupaten Samosir, Gatra.com- Pemerintah Indonesia telah menetapkan kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir menjadi salah satu destinasi wisata internasional. Bahkan hari ini, Pulau Samosir menjadi tuan rumah kompetisi balap sepeda Gran Fondo New York (GFNY). Kejuaraan ini diikuti oleh ribuan pembalap dari Asia.

 

Semakin banyaknya kegiatan-kegiatan internasional yang berlangsung di Pulau Samosir, menyebabkan semakin tingginya kunjungan turis luar negeri ke Pulau Samosir. Hal ini perlu dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, Yayasan Marianna Parna Raya Grup, bekerja sama dengan The British Institute (TBI) memberi pengajaran Bahasa Inggris kepada siswa-siswa, guru-guru dan masyarakat Kabupaten Samosir. Progam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris ini, berlangsung sejak tanggal 25 Juni 2018 sampai 1 September 2018.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 500 orang. Peserta pelatihan tidak dipungut biaya. Sumber pendanaan sepenuhnya dibiayai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Parna Raya Grup. Program yang telah diterima para peserta yaitu, “Speak Better English”, “Speak Better English for Teens”, dan “English for Tourism”.

Khusus peserta dari kalangan guru, para pengajar TBI memberikan materi mengenai cara mengajar Bahasa Inggris yang efektif kepada siswa. Tujuannya, agar para guru di Kabupaten Samosir dapat mendidik siswa dengan metode belajar interaktif sekaligus menyenangkan. 

Salah satu sekolah yang mendapat pelatihan Bahasa Inggris gratis ini adalah siswa dan guru Sekolah SMP Negeri 3 Pangururan, Kabupaten Samosir. Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pangururan, Maringan Hutabalian mengatakan, Bahasa Inggris menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Kabupaten Samosir saat ini.

“Karena siswa-siswa ini yang akan menjadi pemimpin. Dan Kabupaten Samosir sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi internasional. Maka itu, pelatihan bahasa inggris ini bisa mempersiapkan siswa untuk berkomunikasi dengan tamu-tamu kita dari berbagai mancanegara,” katanya kepada Gatra.com di Kabupaten Samosir, Sabtu (1/9).

Maringan pun berterima kasih kepada Parna Raya Grup karena telah memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada para siswa dan guru SMP Negeri 3 Pangururan secara cuma-cuma. Maringan berharap pelatihan Bahasa Inggris juga bisa diberikan kepada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Samosir.

“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan di sekolah lain di Kabupaten Samosir. Itu harapan kami agar dipacu terus belajar Bahasa Inggris. Apalagi program Kabupaten Samosir, ada English Day-nya. Kita harus mempersiapkan diri membangun Kabupaten Samosir,” katanya.

Sementara Ketua Bidang Program Yayasan Marianna Parna Raya Grup, Binsar Simbolon menyampaikan, bahwa Parna Raya akan mempertimbangkan kelanjutan pemberian pelatihan Bahasa Inggris gratis di Kabupaten Samosir. “Kita akan pertimbangkan sesuai dengan pimpinan di pusat,” katanya.

Binsar mengatakan, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan program pelatihan Bahasa Inggris. Berdasarkan catatannya, banyak guru dan siswa yang mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan. Sayangnya, ada beberapa peserta yang sudah mendaftar, malah tidak mengikuti pelatihan.

“Dulu saya sampai menangis ingin mendapat kursus Bahasa Inggris gratis. Karena kemampuan orang tua saya nggak mampu. Tapi adek-adek dapat pelatihan, manfaatkan dengan baik. Bisa Bahasa Inggris akan meningkatkan kemampuan adek-adek karena misalnya jadi bisa baca buku Bahasa Inggris. Belajar dan belajar terus,” katanya. 

Binsar meminta para siswa SMP Negeri 3, agar berani bermimpi besar. Karena, sambungnya, orang yang bermimpi besar akan menciptakan kerja keras untuk meraih mimpi tersebut. “Berpikirlah besar dan positif. Ini tahap awal,” ujarnya.

 


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Birny Birdieni

Hendry Roris P. Sianturi
02-09-2018 09:16