Main Menu

Temuan Badan Geologi Tentang Lubang Misterius di Sukabumi

Hidayat Adhiningrat P.
09-09-2018 19:35

Tim PATGTL meninjau lokasi lubang misterius di sukabumi (Dok Badan Geologi/re1)

Jakarta, Gatra.com - Tim dari Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi, Kementerian ESDM mendatangi lokasi lubang misterius di Sukabumi, Minggu (9/9). Kedatangan tim dimaksudkan untuk meninjau langsung kejadian amblesan tanah yang menyebabkan terbentuknya lubang sebesar 6 meter dengan kedalaman 6 meter di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut. 

 

Dalam laporan tinjauan amblesan tanah di Sukabumi yang diterima Gatra.com, dijelaskan bahwa lubang amblesan tersebut berbentuk oval dengan dimensi panjang 6,5 meter, lebar 4 meter, dengan kedalaman 6 meter. Elevasi permukaan tanah lokasi amblesan 774,3 mdpl (meter dari permukaan laut). Lokasi titik amblesan terletak di atas terowongan tanah yang dialiri air.

Terowongan tersebut berukuran panjang ± 50 meter, dengan mulut outlet terowongan tinggi 3,2 meter, lebar 2,5 meter, melintas dari arah barat laut menuju tenggara yaitu sungai Cigalunggung, kedalaman pada ujung barat laut (tempat masuknya air) 6 meter, sedangkan kedalaman pada ujung tenggara (tempat keluarnya air) ± 10 meter di bawah permukaan tanah.

"Dengan adanya amblesan ini aliran air pada terowongan tanah tersebut agak tertahan, sehingga terjadi genangan pada ujung barat laut tempat masuknya air," seperti tertulis dalam laporan tim yang terdiri dari Rustam, Tantan Hidayat, dan Gin Gin Gunawan tersebut.

Lokasi amblesan terletak pada lereng selatan bagian bawah Gunung Gede. Lokasi tersebut berelevasi 774,3 mdpl, dengan kemiringan lereng sekitar 15%. Lokasi tersebut merupakan lahan persawahan produktif.

Adapun mengenai penyebab timbulnya lubang, berdasarkan pengamatan di lapangan yang tercantum dalam laporan, adalah karena adanya terowongan tanah --tanpa konstruksi penguat pada dinding dan atapnya-- yang melintas tepat di bawah lubang amblesan.

Dinding dan atap terowongan tanah tersebut sedikit demi sedikit tergerus oleh aliran air sehingga menyebabkan adanya rongga bawah tanah yang semakin membesar dan tidak kuat menahan beban tanah diatasnya yang mengalami penambahan tingkat kejenuhan tanah akibat mulai turunnya hujan.

Tim PATGTL memberikan saran untuk dilakukan pembersihan sumbatan tanah amblesan dan sampah pada terowongan agar aliran air pada terowongan tetap terjaga, sehingga tidak terjadi akumulasi dan luapan air pada bagian tempat masuknya air.

"Memasuki musim hujan ini masyarakat sekitar agar tetap berhati-hati, karena kemungkinan terjadinya amblesan masih dapat terjadi," tulis Tim PATGTL dalam laporannya.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
09-09-2018 19:35