Main Menu

Buku Anak dari Indonesia jadi Favorit Banyak Negara

Flora Librayanti BR K
12-09-2018 09:53

Literasi. (Dok.IIBF 2018/RT)

Jakarta, Gatra.com – Beberapa tahun belakangan Indonesia aktif hadir bahkan menjadi tamu kehormatan di sejumlah helatan book fair di seluruh dunia. Mulai dari Frankfurt, Beijing, hingga London.

 

“Dari situ memang mulai terlihat potensi penjualan buku anak karya Indonesia semakin banyak. Terakhir saya ke London Book Fair, itu peminat terbesar adalah untuk buku anak. Termasuk buku anak yang bernilai Islam. Jadi memang banyak dari negara luar yang melihat potensi buku anak Indonesia yang luar biasa,” ungkap Ketua Panitia Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018, Amalia B. Safitri.

Alhasil, salah satu fokus di IIBF 2018 ini adalah pelatihan penulisan buku anak.

Setidaknya ada dua event terkait hal ini. Pertama, pra event, dimana panitia mengajak sejumlah penerbit untuk memberi pelatihan penulisan buku anak di tiga sekolah di Jabodetabek. Kedua, pelatihan menulis buku anak yang khusus diberikan pada para penulis dan penerbit disela-sela IIBF yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, selama 12-16 September ini. IIBF menggandeng penulis buku anak berdarah Filipina, Alfredo Santos.

Amalia menjelaskan di Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah tengah menggodok leveling bacaan anak mulai dari level satu sampai tujuh. Masing-masing level memiliki ketentuan sendiri. Pembagian tingkatan ini tidak merujuk pada usia atau kelas anak, tapi pada kemampuan membaca.

Buku anak yang agak kurang di Indonesia adalah yang ada di level dua dan tiga. Level di mana komposisi bacaan tulisan dan gambar itu sama banyak, 50-50. “Di level ini yang masih kurang. Kami membidik level itu untuk diberi pelatihan di IIBF,” tutup Amalia.



Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
12-09-2018 09:53