Main Menu

LIPI Dorong Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Sektor Hayati Melalui iLAB

Birny Birdieni
19-09-2018 21:02

Ilustrasi (dok.LIPI/awy)

 

Bogor, Gatra.com- Untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian dan kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajukan pembentukan integrated laboratory of bioproduct (iLAB). 

 

Kepala Pusat Penelitian Biomaterial, Sulaeman Yusuf menjelaskan, puslit Biomaterial secara resmi telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lignoselulosa pada 1 Januari 2017. 

"Salah satu fokus kami menciptakan lapangan pekerjaan melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya dengan mengajukan iLAB," ungkapnya dalam rilis yang diterima Gatra.com, Rabu (19/9).

Konsep iLAB adalah menggabungkan konsep analisa dan karakterisisasi bahan baku hayati berikut dengan teknologi proses dan formulasinya. "Juga dilengkapi dengan sistem pengujian terpadu, tersertifikasi mutu," kata Sulaeman menjelaskan.

Kehadiran iLAB, lanjut Sulaeman akan berfungsi sebagai laboratorium acuan dan rujukan pengembangan bioproduk Indonesia. Salah satu indikator pencapaian iLAB adalah peningkatan tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) berbagai material bioproduk dari skala 3-5 menjadi 7-9. 

Menurutnya, pembangunan iLAB dapat menjadi mitra strategis dengan pihak industri dan pemerintah daerah dengan pembuatan standar bioproduk ataupun pengembangan bioproduk yang diinginkan industri dan masyarakat. 

"Pada akhirnya dengan adanya iLAB dapat menyeleraskan antara sains yang berperan menciptakan teknologi baru dan sebaliknya teknologi berperan menciptakan pengetahuan baru," ungkap Sulaeman.

Lalu dari aspek tak bernilai, lanjut Sulaeman, pembangunan iLAB adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pembimbingan penelitian mahasiswa. "Yakni dengan ketersediaan alat karakterisasi bioproduk yang lengkap, memadai dan tersertifikasi," pungkasnya.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
19-09-2018 21:02