Main Menu

Dickinsonia, Binatang Purba Tertua Sedunia

Aries Kelana
21-09-2018 17:05

Fosil Dickinsonia. (Dok. The Australian National University/re1)

Canberra, Gatra.com -- Para ilmuwan dari Australian National University (ANU) -- bersama beberapa peneliti dari negara lain -- telah menemukan molekul lemak dalam fosil purba. Fosil tersebut mengungkapkan bahwa binatang itu diperkirakan hidup 558 juta tahun yang lalu.

 

Dalam situs sciencedaily.com (20/9), makhluk tertua itu dinamakan Dickinsonia. Panjang tubuhnya diperkirakan bisa mencapai 1,4 meter dan berbentuk oval. Bentuknya diduga mirip cacing.

Ilmuwan ANU Ilya Bobrovskiy PhD dan peneliti dari Akademi Sains Rusia dan Institut Max Planck untuk Biogeokimia dan Universitas Bremen di Jerman, menemukan fosil Dickinsonia yang diawetkan dengan baik di daerah terpencil dekat Laut Putih di barat laut Rusia. Ketika ditemukan, jaringannya masih mengandung kolesterol, sejenis lemak yang merupakan ciri khas kehidupan binatang.

Bobrovskiy mengatakan tim mengembangkan pendekatan baru untuk mempelajari fosil Dickinsonia, yang memegang kunci antara dunia lama yang didominasi oleh bakteri dan dunia hewan besar yang muncul 540 juta tahun lalu.

Kalau palaeontolog biasanya mempelajari struktur fosil, tetapi Bobrovskiy membuat terobosan dengan mengekstrak dan menganalisis molekul dari dalam fosil Dickinsonia yang ditemukan di bebatuan kuno di Rusia. 

Proses pencariannya juga terbilang rumit. "Saya mengambil helikopter untuk mencapai bagian dunia yang sangat terpencil ini - rumah bagi beruang dan nyamuk - di mana saya dapat menemukan fosil Dickinsonia dengan materi organik masih utuh," kata Bobrovskiy.

"Fosil-fosil ini terletak di tengah-tengah tebing Laut Putih yang tingginya 60 sampai 100 meter. Saya harus menggantung di tepi tebing dengan tali dan menggali blok batu pasir besar, melemparkannya ke bawah, mencuci batu pasir dan ulangi proses ini sampai saya menemukan fosil yang saya cari."

"Molekul lemak fosil yang kami temukan membuktikan bahwa hewan itu besar dan melimpah 558 juta tahun lalu, jutaan tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya," kata  Profesor Jochen Brocks, rekan Bobrocskiy, dari ANU.

 


Aries Kelana

 


Aries Kelana
21-09-2018 17:05