Main Menu

Artefak Mataram Kuno Kembali Ditemukan

Birny Birdieni
24-09-2018 16:26

Artefak yang diduga peninggalan kerajaan Mataram Kuno di temukan di Yogyakarta. (GATRA/Arief koes/awy)

Yogyakarta,Gatra.com- Tim Penelitian Pusat Kerajaan Mataram Kuno dan Kawasan Lereng Timur Merapi Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan beberapa artefak yang diduga peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Selama ekskavasi sembilan hari, tim menemukan tembikar, keramik, dan terakota saluran air.

 

Ketua Tim Baskoro Ndaru Tjajono mengatakan tim menggali di lahan di RT 5 Dusun Balong Bayen, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman sejak 15 September. Ekskavasi ini merupakan lanjutan penelitian pada 2007-2009.

“Penelitian kami sebelumnya fokus pada pengamatan batu-batu besar di permukaan. Penggalian di lokasi ini didasarkan pada hipotesis adanya permukiman di antara Candi Kedulan dan Candi Sambisari,” kata Baskoro Senin (24/9) di lokasi.

Dari  dua lubang penggalian berukuran 2x6 meter, di kedalaman lima meter peneliti menemukan 67 tembikar, empat pecahan keramik, dan sebuah terakota saluran air.

Dugaan sementara, keramik itu berasal dari dinasti Tang atau Dinasti Song. Sedangkan terakota berupa saluran air dinilai sama seperti temuan di peninggalan Kerajaan Majapahit.

Baskoro menyatakan penemuan itu menandakan lokasi tersebut dahulu merupakan permukiman dan candi sebagai pusat kerajaan Mataram Kuno di abad 8 - 10 masehi.

Temuan-temuan tersebut kemungkinan tertutup setelah banjir lahar dingin Gunung Merapi pada abad ke-10. Lapisan tanah di lokasi tersebut juga menunjukkan kemiripan dengan Candi Kedulan dan Candi Sambisari yang tak jauh dari lokasi.

“Hipotesis ini diperkuat fakta bahwa lokasi penemuan berada di tengah-tengah empat situs candi yaitu Candi Sambisari, Candi Kedulan, Candi Bromonilan, serta situs Dhuri. Keempatnya sebagai batas kota,” lanjutnya.

Menurut dia, situs ini sesuai konsep pendirian kerajaan yang mengikuti tata alam semesta. Situs berada di antara dua sungai besar yaitu Kali Opak dan Kali Kuning. Selain itu situs juga tak jauh Gunung Merapi yang dianggap sebagai tempat tinggal dewa.

Dalam sejarah, sebelum berpindah sebanyak empat kali, termasuk di Jawa Timur, pusat pemerintahan Mataram Kuno kemungkinan besar berada di antara kawasan Kedu dan Prambanan.

Usai penemuan artefak ini, Baskoro menambahkan penelitian akan dihentikan dan dilanjutkan tahun depan menunggu alokasi anggaran. Ia berharap penemuan ini menjadi titik terang bahwa kawasan Kalasan merupakan permukiman atau pusat kerajaan.

Ketua RT 5 Handoko mengatakan lingkungan kampungnya memang telah dipenuhi batu-batu besar sejak lama. Hanya saja warga tidak tahu jika batu-batu itu batu candi sebelum diberitahu arkeolog. Batu tersebut dibiarkan begitu saja di halaman atau sudut-sudut rumah.

"Warga sedari dulu mengetahui batu-batu itu dari sesepuh. Tapi simbah tidak tahu itu batu candi atau apa," ujarnya.


Reporter: Arief Koeshernawan

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
24-09-2018 16:26