Main Menu

Sabtu Besok, Hari Tanpa Bayangan Bakal Terjadi di Cilacap dan Banyumas

Hidayat Adhiningrat P.
12-10-2018 14:14

Ilustrasi gerbang Timur Kota Cilacap, Jawa Tengah (GATRA/Ridlo Susanto/jh)

 

Cilacap, Gatra.com – Revolusi bumi terhadap matahari menimbulkan gerak semu matahari. Posisi matahari selalu berubah perlahan seiring waktu, sepanjang tahun.

 

Oktober 2018 ini, matahari berada di atas pulau Jawa bagian selatan. Akibatnya, suhu udara di pulau Jawa sisi selatan terasa lebih panas dari bulan-bulan lainnya.

Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan, mengatakan gerak semu matahari ini masih terus berlangsung. Bahkan, pada Sabtu, 13 Oktober 2018 besok, sejumlah wilayah antara Yogyakarta, Purworejo, Kebumen hingga Cilacap mengalami hari tanpa bayangan.

“Jika kita lihat, seolah-olah matahari ini tepat berada di atas kita. Wilayah Cilacap, nanti sekitar tanggal 13 Oktober 2018 mungkin sekitar pukul 11.24 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Cilacap,” katanya, Jumat (12/10).

Pasalnya, saat itu matahari berada persis di atas daerah ini. Di Cilacap dan Banyumas, hari tanpa bayangan diperkirakan akan terjadi sekitar pukul 11.24 WIB.

“Juga dimungkinkan ada fenomena hari tanpa bayangan. Cuma hanya terjadi beberapa saat saja,” jelasnya.

Terkait suhu panas yang terjadi, Rendy mengemukakan, selain letak matahari yang sedang tepat berada di atas wilayah Cilacap dan Banyumas, panas dan menyengat disebabkan minimnya tutupan awan atau cuaca cerah. Matahari yang bersinar tak terhalang awan pada kemarau ini.

“Angin juga kering karena minim kandungan air,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, suhu maksimum di Stasiun Meteorologi Kota Cilacap tercatat 31,7 Derajat Celcius, dan suhu maksimum di Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Jeruklegi tercatat 31,4 Derajat Celcius.

Lebih lanjut Rendy Krisnawan mengemukakan, kondisi panas terik di Jawa pada umumnya baru akan berakhir seturut tibanya musim penghujan. Diperkirakan, hujan akan turun pada awal November 2018 mendatang.

Dia menambahkan, pada Oktober 2018 ini beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap dan Banyumas terjadi embusan angin dengan kecepatan tinggi. Hal ini disebabkan masih berembusnya angin Timuran, yaitu angin yang berembus dari benua Australia menuju ke Benua Asia.

Karakteristik angin timuran yaitu bersifat kering dan kecepatannya tinggi atau kencang. kecepatan angin di wilayah cilacap dan banyumas saat ini antara 10-45 kilometer per jam.

“Itu juga menyebabkan kondisi suhu udara, kita rasakan cukup terik sekali, panas sekali,” ucapnya.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
12-10-2018 14:14