Main Menu

CTO Global HDS: Bisnis di Asia Pasifik Menuju Tranformasi Digital

Arif Prasetyo
24-02-2016 16:53

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews - Hitachi Data Systems Corporation (HDS), anak perusahaan Hitachi, Ltd (TSE: 6501), merilis Prediksi Bisnis dan Teknologi untuk Asia Pasifik tahun 2016. Menurut Hu Yoshida, Global Chief Technology Officer Hitachi Data Systems Asia Pasifik, perusahaan-perusahaan akan mengalami transformasi digital utama di tahun depan karena mereka berusaha untuk meningkatkan serangkaian fungsi teknologi dan non-teknologi.


Saat ini, seluruh departemen bisnis berlomba untuk investasi teknologi guna merangkul perubahan melalui ranah digital

"Transformasi Digital menjadi isu organisasi dengan seketika. CIO bukan hanya posisi yang memperjuangkan perubahan digital, namun seluruh pemimpin divisi dari seluruh fungsi bisnis juga turut memperjuangkan perubahan ke ranah digital,” jelas Hu Yoshida di Jakarta, Selasa (23/2).

Misalnya, kata Hu Yoshida, CMO merasa bahwa pemasaran tradisional sudah tidak terlalu efektif lagi, dan CFO merasa bahwa model transaksi konsumen dan pemasok juga telah bergeser. Di dalam bisnis, saat ini sudah tercipta pemahaman universal bahwa semua fungsi perlu melihat cara tranformasi praktek bisnis mereka melalui digitalisasi.

Lantas, mengapa fokus ke Asia Pasific 2016? Menurut Hu Yoshida Asia Tenggara sebetulnya tidak tertinggal dalam soal ini. Ia mencontohkan Singapura merupakan salah satu pemimpin di dalam transformasi digital di dunia. Singapura beruntung karena negarnya kecil seperti kota sehingga lebih mudah.

Begitu juga Jepang, Cina dan Korea juga memimpin. Kemudian negara seperti Malaysia dan Vietnam ini juga sudah bergerak ke arah yang sangat inovatif.

“Begitu juga Indonesia setiap kali saya berkunjung ke Jakarta selalu mengobrol banyak sekali ide-ide inovatif yang luar biasa tapi masih dalam proses penggodokan kemudian dieksekusi,” ungkap Hu Yoshida.

Bagaimana dengan HDS, Hu mengatakan, beruntungnya HDS merupakan bagian dari Hitachi yaitu perusahaan raksasa yang lebh besar lagi. Solusinya macam-macam di Hitachi yakni ada healthcare, pembangkit tenaga listrik, air dsb.

"Kami juga membangun infrastruktur di Hanoi, membangun sistem kereta di Manila dan Vietnam serta ujung-ujungnya mau bikin sistem kereta cepat," kata Hu Yoshida.

Begitu juga di Singapura sedang membantu smartcity. Hanya ranahnya bukan satu bidang, ada transportasi juga, keamanan publik, air, energi dan sekolah. Contoh di Kopenhagen yang mirip dengan Singapura. Keberhasilan membangun smartcity yakni sharing info atau berbagi informasi, kelihatnnya klies tapi infonya ini berasal dari dari pemrintah, akademisi, dan warga masyarakat.

“Di Hitachi itu mengarah ke inovatif sosial misalnya membantu negara membangun smartcity. Seperti di Inggris membantu bagaimana pemerintahnya yang dulu memakai sistem kereta apinya itu bisa berubah dari diesel ke listrik,” kata Hu.

Ada lima trend utama yang akan membentuk lanskap IT dan bisnis di Asia Pasifik pada tahun 2016. Pertama transformasi digital.  Perusahaan tradisional akan berubah menjadi digital native.

Kedua, Perusahaan pintar akan akan membangun kota pintar (smart city). Ketiga, Penyatuan model operasional IT akan menghilangkan silo dalam bisnis (cross modal IT). Keempat, Multicloud dapat memberi peluang bisnis trans-regional, dan kelima terbatasnya keterampilan akan memicu perburuan bakat.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
24-02-2016 16:53