Main Menu

Kadin: UMKM Miliki Peranan Vital dalam Ekonomi Indonesia

didi
21-11-2016 17:35

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (ANTARA/Didik Suhartono/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat, di Jakarta, Senin (21/11) menilai, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital dan strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.

"Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran," kata Erik Hidayat.

Tumbuhnya usaha mikro, menurut Erik, menjadikannya sebagai sumber kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan dengan banyak menyerap tenaga kerja. "Dengan posisi demikian artinya UMKM punya peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran," jelasnya.

Berdasarkan data Kadin Indonesia, kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam 5 tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% pada periode yang sama.

Sementara itu, pada 2014 mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 57,9 juta. Diperkirakan pada tahun ini, jumlah pelaku UMKM terus bertambah.

Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7% hingga 7,5% dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5% sampai 8% hingga 2019.

"Kami optimis, peningkatan kontribusi PDB dari sektor UMKM, meningkatnya devisa dari sektor ekonomi kreatif juga dapat menjadi motivasi untuk lebih mengembangkan sektor ini yang akan menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia di masa depan,” ujar Erik.

Erik menambahkan, pengembangan UMKM sangat terkait dengan inovasi dan daya dukung Ekonomi Kreatif. Tanpa upaya untuk lebih meningkatkan kreatifitas yang inovatif, peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM dari luar negeri.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
21-11-2016 17:35