Main Menu

Zaky: Bisnis Daring Dulu Diremehkan

Aries Kelana
04-06-2017 11:25

Acmad Zaky (Gatra/Aries Kelana/AK9)

Jakarta, GATRANews -- Bisnis daring berkembang pesat. Investor asing pun masuk ke Indonesia menggelontorkan duit trilyunan rupiah untuk terjun ke e-commerce. "Amazone juga akan datang," ujar Acmad Zaky, pemilik Bukalapak pada jumpa pers pada buka puasa bersama di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu lalu.

Perbankan juga siap menyodorkan pinjaman yang cukup besar untuk mendanai bisnis ini. Padahal tujuh tahun lalu, pihak bank masuk ragu-ragu memberikan kredit ke bisnis yang dulu masih berupa bisnis usaha kecil menengah (UKM). "Pengajuan pinjaman untuk beli server Rp 100 juta saja susah," kata Zaky mengenang. "Dulu usaha ini dianggap kurang kerjaan."

Beruntung setahun berselang, Batavia Incubator, perusahaan asal Jepang bersedia mendanai. Keseriusan Batavia, karena adanya tekad dari Zaky untuk mengaktualisasi digitalisasi barang dagangan. Suntikan dana inilah yang menggelembungkan usahanya. Kini ribuan UKM bekerjasama dengan Bukalapak.

Namun kini orang tak menyangka kalo bisnis daring ini membuahkan keuntungan berlipat. Bukalapak kini bisa bisa melakukan ekspansi dengan membuka usaha baru, seperti Buka Emas. Fasilitas baru itu akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang. Pihaknya, kata Zaky, juga menggandeng PT Antam, perusahaan milik negara yang berkembang di usaha pertambangan, seperti pertambangan emas.

Dalam Buka Emas, masyarakat tak harus membeli emas, tapi dimulai dari berinvestasi. "Orang bisa menaruh uang Rp 5.000 per hari misalnya, dan jika berkumpul bisa dipakai untuk mendapatkan emas," sambungnya. Bunga yang ditawarkan diklaim lebih tinggi dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan pihak bank.


Reporter: Aries Kelana

Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
04-06-2017 11:25