Main Menu

Startup Indonesia Masuk 3 Besar Kompetisi Startup Istanbul

Annisa Setya Hutami
13-11-2017 13:00

Homade mendapatkan trophy juara ketiga Startup Istanbul. (Dok. Homade)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Startup asal Indonesia meraih prestasi dengan memenangkan kompetisi di ajang Startup Istanbul. Dari 20.000 peserta, Homade Indonesia masuk dalam 15 besar dan akhirnya meraih juara ketiga. Padahal startup ini baru berdiri pada 4 Juni 2017.

Acara yang digelar dari 20 hingga 23 Oktober 2017 ini mempertemukan startup 135 negara yang berasal dari Asia-Eropa. Dari total seleksi, juara pertama jatuh pada Advancio Interactive dalam bidang solusi perbankan dari Nigeria. Disusul oleh industri kesehatan yang bernama Momy Helper dari Palestina dan ketiganya adalah Homade. Bahkan perusahaan ini mengalahkan startup dari Istanbul sendiri.

Ada daya tarik yang menjadikan startup ini memenangkan ajang di skala internasional. Pangsa industri makanan yang ditawarkan Homade membuat juri tertarik. Ditambah lagi Indonesia terkenal kaya akan tanaman rempah-rempah sehingga memiliki berbagai macam jenis makanan.

Untuk membangun startup yang bergerak di bidang makanan rumahan tidaklah mudah. CEO dan Founder Homade, Munsi Liano mengatakan, awalnya ia menyasar pangsa pasar ibu-ibu saja dan dalam satu bulan transaksi masih rendah. Masalah pada penurunan konsumen karena daya selera yang rendah. Namun kemudian membuat inovasi dan membentuk packaging sehingga dalam dua bulan transaksi dapat meningkat drastis.

“ Saat ini sudah ada 400 home chat di Jakarta dan Pekalongan. Dan ada rencana mau buka di Bandung. Kita memberikan kesempatan pada ibu-ibu rumah tangga yang memiliki hobi memasak untuk mendapatkan penghasilan. Tak hanya itu bapak-bapak yang senang memasak juga bisa. Semua melalui tahapan seleksi. Ketika kompetisi di Istanbul, dilihat juga bagaimana model bisnis dapat memberdayakan orang banyak dan bagaimana penyebarannya,” katanya.

Ada beberapa kriteria yang dilihat dalam kompetisi. Mulai dari bagaimana bisnis melihat permasalahan lingkungan dan sekitar, memecahkan melalui solusi dan traksi atau transaksinya. Dari ketiga hal tersebut, melihat permasalahan menjadi hal utama karena akan berdampak pada daya guna bisnis tersebut bagi masyarakat luas.

“Di kompetisi tersebut, kita mendapatkan banyak pelajaran. Pikiran kita menjadi terbuka ketika melihat banyak startup yang mampu memecahkan permasalahan di negara mereka. Salah satunya saja ada yang dapat menyelesaikan persoalan mengenai angka kematian bayi prematur,” ucap manajer Public Relation Homade, Prajna Prasaditasari.

Tidak puas hanya dengan mendapatkan tropi di Istanbul, Homade ingin mengikuti kompetisi Kuala Lumpur pada Desember ini. Salah satu persiapannya dengan berlatih dan melakukan inovasi lagi. Prajna Prasaditasari berharap nantinya akan ada banyak anak muda yang memulai bisnis startup. Semakin banyak mengikuti kompetisi akan menjadi lebih termotivasi untuk lebih maju dan berkembang.

 

Reporter: ASH

Redaktur : Sandika Prihatnala

Annisa Setya Hutami
13-11-2017 13:00