Main Menu

Produksi Minyak Bumi Terus Meningkat

didi
04-08-2016 12:18

SKK Migas (ANTARA/Dhoni Setiawan/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Produksi minyak bumi menunjukkan tren peningkatan. Pada 30 Juni 2016, produksi rata-rata minyak bumi 834,4 ribu barel per hari (bph). Per 30 Juli 2016, minyak naik di angka 834,7 ribu bph. Sedangkan untuk gas bumi, 30 Juli 2016 turun 7.962 juta kaki kubik per hari (mmscfd), atau turun tipis dibanding produksi per 30 Juni 2016 yang besarnya 7.985 mmscfd.

"Dengan dukungan semua pihak, kami optimis target produksi yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai,” kata Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (4/8).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Tahun 2016 target lifting minyak bumi sebesar 820 ribu bph, sedangkan gas bumi sebesar 6.440 mmscfd.

Dari sisi investasi, pada semester I Tahun 2016, tercatat investasi sebesar US$5,65 milyar atau sekitar Rp76,3 trilyun. Rinciannya, investasi untuk eksplorasi sebesar US$367 juta, untuk kegiatan pengembangan sebesar US$845 juta, kegiatan produksi sebesar US$3,922 milyar, dan administrasi senilai US$521 juta.

"Hal ini menunjukkan perusahaan hulu migas menjadikan program pengembangan dan produksi sebagai prioritas,” katanya.

Tidak mengherankan apabila program seperti pengeboran sumur pengembangan, kerja ulang dan perawatan sumur realisasinya cukup tinggi. Misalnya, sumur pengembangan yang terealisasi 144 sumur dari rencana 245 sumur atau 59%, kerja ulang (work over) terealisasi 504 sumur dari rencana 1.286 sumur atau 47%, serta perawaran sumur yang terelisasi sebanyak 16.822 dari rencana 39.956 sumur atau 42%.

Kepala SKK Migas menyoroti minimnya realisasi kegiatan program eksplorasi, seperti survei seismik dan pengeboran eksplorasi. Contohnya, program survei seismik dua dimensi (2D) dari rencana 10.955 kilometer (KM), per semester I 2016 baru terealisasi 1.057 km atau baru tercapai 10%. Seismik tiga dimensi (3D) yang baru terealisasi 865 kilometer persegi dari target 11.217 KM2 atau hanya 8%. Begitu juga dengan pengeboran eksplorasi yang baru terealisasi 23 sumur dari rencana 68 sumur atau 34%.

"Kecilnya realisasi kegiatan eksplorasi ini akan berdampak pada turunnya penemuan cadangan migas ke depan,” kata Kepala SKK Migas.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
04-08-2016 12:18