Main Menu

Presiden Jokowi: Borobudur Harus Menjadi Tujuan Wisata Dunia

Nur Hidayat
31-01-2016 18:26

Kunjungan kerja Presiden Jokowi & rombongan ke Borobudur (GATRAnews/Andhika Dinata)

Magelang, GATRAnews - Keinginan menjadikan Borobudur mahakarya dunia sepertinya bukan isapan jempol belaka. Pemerintah berkeinginan menjadikan candi bersejarah itu sebagai Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece. Hal tersebut tercermin dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah (29/1).

Presiden menjelaskan sebagai mahakarya anak bangsa, Borobudur sudah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai world heritages (warisan budaya dunia). “Borobudur ini adalah mahakarya budaya dunia, dan sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sebagai heritages,"  kata Presiden Joko Widodo dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, Ahad (31/1).

Presiden menyempatkan diri mengelilingi laman Candi Borobudur didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan rombongan lintas kementerian. Sebagai warisan budaya, Borobudur menjadi bukti keagungan masa lalu dan ikon kebanggaan Indonesia.

Guna meluaskan Borobudur sebagai khazanah peradaban yang mendunia, perlu upaya khusus pemerintah bersama stakeholder terkait. Caranya menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata dunia. Menjadi destinasi wisata, berarti harus pula memoles Borobudur dengan ketersediaan akses dan kelengkapan prasarananya.

“Borobudur sebagai mahakarya dunia dan sebagai situs warisan budaya, borobudur harus terus dilestarikan dan jadi destinasi (wisata) yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Jokowi di sela rapat pembahasan di Hotel Manohara, Kompleks Taman Wisata Borobudur.

Sejauh ini, lanjut Presiden, candi bersejarah itu turut memberikan sumbangsih kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Dari 2014 tercatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkunjung sebanyak 250.000 orang dan wisatawan nusantara sekitar 2,2 juta orang.

Potensi ini menurut Presiden Jokowi penting didorong untuk “memasarkan” Borobudur sebagai obyek wisata bernilai tambah. “Saya melihat potensi pasarnya masih sangat terbuka, terutama dari (wisatawan) Malaysia, Taiwan, Inggris, Hongkong, Brunai dan dari China," katanya lagi. Penting untuk membangun sinergitas antar lembaga untuk membangun tatakelola yang baik.

Tak hanya itu, Presiden meminta konsep pengembangan tata kawasan yang terintegrasi secara kelembagaan; dan mudah dijangkau dari sisi akses. “Saya minta pengembangan borobudur ini disiapkan dengan baik terintegrasi antar kementerian dengan provinsi, baik berkaitan dengan aksesibilitas, maupun terintegrasi dengan kawasan wisata lain, seperti prambanan”, tukas Presiden.

Konsep ini harus digagas secara nasional untuk membangun country branding yang go-international. “Sekarang dengan membangun country branding-nya sudah ketemu dan bisa meloncat saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya, ada brand produk, brand value, sehingga dalam memasarkan ini akan lebih mudah”, jelas Presiden dalam pertemuan yang dihadiri tak kurang dari 13 Kementerian dan Lembaga tersebut.

Tidak hanya soal estetika, tapi juga dengan pembenahan infrastruktur dan sistem manajemen. Menurut Presiden, seluruh konsep layanan infrastruktur harus memenuhi standar internasional. “Misalnya masalah toilet ya minimal standar bintang 4 meskipun itu untuk umum tapi ya bintang 4 dan juga dijaga”.

Presiden menambahkan perlu dimunculkan atraksi seni budaya secara rutin, bukan hanya temporer setiap seminggu sekali. Seni pertunjukan menurut Presiden akan memberikan added value dan mengundang kehadiran wisatawan pelbagai lintas negara. “Kemudian juga atraksi seni budaya, dengan koreografi yang baik, ada koreografer ada kuratornya, sehingga yang dilihat di sini tidak hanya borobudur tapi juga atraksi seni budaya”, terangnya.

Terakhir masalah pengelolaan manajerial yang masih terpisah. “Meski saya belum mendengar (langsung) tapi saya sayup-sayup dengar disini ada 4 manajemen yang terlibat. Kalau kapal nahkodanya empat, nah ini biasanya memutuskannya bingung”, kritik Presiden Jokowi.

Dengan perbaikan tersebut, Presiden optimis menargetkan 7 juta kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur pada 2019 nanti. Rinciannya, 5 juta target wisatawan nusantara dan 2 juta target wisatawan mancanegara.

Dalam penjelasan terpisah, Menteru Pariwisata menjelaskan ada beberapa strategi yang akan disiapkan. Termasuk di dalamnya membenahi sarana dan infrastruktur yang ada di lingkup kawasan Borobudur. “Maka airport harus dibangun dan fasilitas hotel harus berskala internasional”. Bilamana target tersebut tercapai, terang Arief, akan meningkatkan kontribusi pendapatan regional daerah.

“Dari 2 juta wisman itu nanti kita kalkulasi sekitar 2 miliar dolar atau uang dari devisa itu sekitar 2 miliar dolar atau 24-25 triliun”, jelas Arief. Sementara itu pemerintah menurut Arief akan mematok target devisa yang lebih tinggi jika target optimal tercapai.

“Uang yg beredar kita harapkan sekitar 100 triliun itu PDRB namanya. Jadi kita bisa kesejahteraan masyarakat di sekitar Borobudur nantinya”, kata Menpar Arief Yahya. 


Reporter: AND

Editor: Nur Hidayat


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Nur Hidayat
31-01-2016 18:26