Main Menu

Kediri Sajikan Wisata Petualangan untuk Traveller Muda

Fahrio Rizaldi A.
09-02-2018 01:51

Tempat wisata lereng Gunung Kelud (antranews/yus4)(

Kediri, Gatra.com - Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), memiliki beragam potensi wisata. Pesona alam dan budaya menjadi daya tarik yang bisa dikembangkan. Satu di antaranya adalah wisata petualangan off road di lereng Gunung Kelud. Berkendara menggunakan mobil jeep sangat digandrungi oleh pelancong muda di kota Kretek ini.


Gunung Kelud yang memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (MdPL) tergolong gunung berapi yang masih aktif. Hingga saat ini, Gunung Kelud telah mengalami erupsi sebanyak 20 kali. Bagi para wisatawan, berwisata menggunakan mobil jeep menyusuri lereng gunung menjadi atraksi baru yang menantang.

Menurut Arkeolog dari Dinas Pariwisata dan Kebudaayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno, jika ditarik garis imajiner, Gunung Kelud sejajar dengan dua puncak gunung lainnya, yaitu Gajah Mungkur dan Sumbing. "Dalam manuskrip Pararaton, dipercaya dari Puncak Kelud dapat terlihat Pantai Selatan," kata Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (8/2).

Untuk berkunjung ke kawasan Gunung Kelud, para traveller hanya dikenai biaya tiket sebesar Rp 5.000. Sedangkan untuk hari libur tarifnya Rp 10.000. Bagi yang ingin mencoba petualangan menggunakan jeep, wisatawan dikenakan biaya sewa sebesar Rp 275.000. 

Selain menikmati panorama lereng Gunung Kelud, wisatawan juga bisa menikmati Taman Durian. Di Taman Agrowisata, wisatawan yang datang dapat menikmati pemandangan alam berupa ragam bunga dan tanaman yang dirawat secara baik. Sementara, di Taman Durian, wisatawan dapat menikmati durian dan berbagai olahannya. 

Kedua lokasi wisata ini cocok untuk wisata keluarga. Jadi, bagi wisatawan yang hendak mengunjungi lokasi ini dengan keluarga, akan banyak pilihan aktivitas wisata yang bisa dilakukan. 

Kepala Pengelola Kampung Durian Slumbung, Safuan, mengatakan, tempat ini disiapkan sebagai wisata kuliner dan sebagai ruang edukasi karena pengunjung selain dapat melihat pohon durian sambil menikmati  buah durian dan produk olahannya, juga dapat belajar bagaimana cara pembibitan, menanam, hingga merawat durian dengan baik. "Di sini juga dijual bibit durian unggul asli Slumbung," katanya.  

Wisatawan yang ingin berkunjung ke desa durian Slumbung, selain dapat menggunakan kendaraan jeep yang jaraknya tidak jauh dari pintu gerbang dan menjadi rangkaian atraksi wisata off road adventure lereng Kelud dengan tarif Rp 275.000 untuk 4 orang,  juga dapat mengunakan kendaraan mobil pribadi dari Kota Kediri dengan tarif sewa  sekitar Rp 150.000 per hari.

Monumen Simpang Lima Gumul 

Seperti daerah lain, Kediri juga memiliki monumen kebanggan, yakni Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Bentuknya begitu menarik karena menyerupai Arc de Triomphe yang terletak di Paris, Perancis. Monumen Simpang Lima Gumul ini dibangun dengan inspirasi dari Raja Jongko Joyoboyo. Beliau adalah seorang raja yang berkuasa di abad 12 dan bercita-cita untuk menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri, yakni Kota Kediri, Pesantren, Pagu, Gurah, dan Kampung Inggris (Pare).

Kawasan SLG memiliki luas tanah hingga 37 hektar dengan luas bangunan adalah 804 meter persegi dan tingginya mencapai 25 meter, ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Wisatawan yang ingin mengunjungi lokasi ini tidak perlu membayar tiket masuk, hanya perlu membayar ongkos parkir saja. Untuk motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Di sudut-sudut monumen, Anda juga bisa melihat patung Ganesha. 

Kawasan SLG memiliki ruang-ruang pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium dengan atap kubah. Wisatawan juga bisa melihat diorama pada bagian dalam gedung. Di bagian bawah tanah, ada akses lorong yang menghubungkan tempat parkir ke basement monumen. Lokasi ini banyak digunakan oleh wisatawan yang ingin berfoto. 

Desa Pare yang terletak di Kediri begitu terkenal dengan sebutan Kampung Inggris. Konon, di lokasi ini pernah ada seorang pendatang yang mengajarkan Bahasa Inggris secara cuma-cuma. Muridnya dapat menguasai bahasa Inggris dengan cepat dan hasil memuaskan. Dari situlah cikal bakal terbentuk Kampung Inggris.

Hingga kini, ada ratusan lembaga kursus yang menyediakan jasa pengajaran Bahasa Inggris. Wajah Desa Pare pun berubah, dari desa yang mata perncaharian utama warganya sebagai buruh, menjadi penyedia berbagai jasa kursus seperti yang banyak dikenal masyarakat. 

Selain memberikan jasa kursus bahasa, warga sekitar juga memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk belajar Bahasa Inggris di sana dengan menyediakan fasilitas penginapan dan transportasi murah. Untuk penginapan, para siswa dapat memilih paket kursus yang memiliki camp maupun tidak.

Jika siswa memilih paket kursus yang dilengkapi fasilitas camp, ada program tambahan di mana mereka diharuskan untuk menggunakan Bahasa Inggris sepanjang hari. Untuk itu, akan ada tutor atau pengawas yang mengawasi, jika ada kesalahan, maka siswa akan diberikan hukuman. 

"Itulah metode pengajaran kami, dengan begitu, biasanya siswa akan terpacu untuk terus belajar," kata Indah, seorang pengelola lembaga kursus di Kampung Inggris. 

Penyedia jasa lembaga kurus dapat menyesuaikan paket belajar yang diberikan dengan kebutuhan pengguna jasa. Tidak jarang, ada sekolah yang menggunakan jasa mereka secara khusus untuk program khusus. Misalnya, pernah ada sekolah yang meminta agar siswanya diberikan pelajaran Bahasa Inggris secara intensif selama 2 hingga 6 hari. Pernah juga ada sekolah yang secara khusus meminta agar siswanya diberikan pelatihan Bahasa Inggris yang berkaitan dengan dunia penerbangan.  

Potensi wisata Kediri yang begitu besar ini bisa menjadi modal bagi pemerintah daerah setempat, stakeholder, dan masyarakat setempat untuk menjadikannya sebagai pilihan daerah tujuan wisata. 


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
09-02-2018 01:51