Main Menu

Wapres JK: Bangun Destinasi Wisata Sesuaikan Selera Turis

Anthony Djafar
21-10-2016 17:56

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara/Widodo S. Jusuf/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan agar pola berfikir dan cara untuk menggaet wisatawan menyesuaikan keinginan turis yang datang berkunjung ke tanah air, bukan sebaliknya. “Selama ini destinasi dibangun sesuai selera kita. Harusnya sesuai selera turis dan bukan selera kita agar lebih menarik sesuai dengan kebutuhan turis itu sendiri,” kata Jusuf Kalla menanggapi perlunya peningkatan kedatangan turis ke Indonesia. Pernyataan Wapres itu diungkapkan dalam konfrensi pers usai solat Jumat, di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/10)

 Selain merubah cara berfikir tentang peningkatan pariwisata di tanah air, Wapres juga mengingatkan perlunya mengembangkan destinasi-destinasi baru dengan tidak meninggalkan destinasi utama di Indonesia yakni wisata di Danau Toba, kunjungan ke Bali dan Borobudur. “Tiga destinasi utama ini yang terus dikembangkan,” katanya. Tentunya dengan tidak meninggalkan destinasi-destinasi lain yang sudah ada.

Bagaimana cara agar terus terjaga dan menjadi daya tarik wisatawan maka Wapres menginginkan agar obyek-obyek wisata terutama yang menjadi primadona itu dilengkapi fasilitas dan mempermudah wisatawan untuk mengunjungi melalui perbaikan, merevitalisasi sarana dan prasarana yang ada di sekitar lokasi wisata tersebut. “Selain mengembangkan yang sudah ada, juga merevitalisasi destinasi baru,” katanya.

Penyediaan akses menuju lokasi dengan mempermudah wisatawan misalnya “mempercantik” bandara yang sudah ada, penyediaan infrastruktur jalan dan kesiapan akomodasi hotel yang nyaman, merupakan cara lain untuk menggaet wisatawan lebih banyak lagi datang ke daerah tersebut. Hal ini dapat dibandingkan misalnya ketika wisatawan berkunjung ke Borobudur yang hanya tumbuh sekitar 10 persen di bandingkan wisatawan yang mendatangi Angkor Wat di Kamboja. Padahal kedua situs tersebut resmi dinyatakan situs yang “bersaudara”. “Angkor Wat itu juga dibangun berkaitan dengan Borobudur pada sekitar abad ke 10,” kata Wapres.

Reporter : Anthony Djafar

Editor: G.A.Guritno

Anthony Djafar
21-10-2016 17:56