Main Menu

Badan Otoritas Borobudur Resmi Diluncurkan

Fahrio Rizaldi A.
12-02-2018 19:57

Destinasi wisata budaya Candi Borobudur(Dok. Kemenpar/re1)

Magelang, Gatra.com - Untuk membenahi tata kelola destinasi wisata budaya Candi Borobudur, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membentuk Badan Otorita Borobudur (BOB). BOB resmi diluncurkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Jumat (9/2) lalu di Magelang, Jawa Tengah.


"Saya memperkenalkan Dirut (direktur utama) Pariwisata Borobudur, Intan Junita. Dia sudah berpengalaman selama 20 tahun mengelola pembangunan Nusa Dua Bali, dan Mandalika Lombok," jelas Arief, dalam keterangan tertulis, Senin (12/2).

Dibentuknya Badan Otorita Pariwisata Borobudur, kata Menpar, bukan hanya untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, melainkan juga menjaga situs warisan dunia itu agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

"Badan Otorita adalah wakil pemerintah pusat yang kita tetapkan. Jadi, nanti kalau ada apa-apa datang saja ke Badan Otorita. Karena, Badan Otorita mempunyai dewan pengarah, ketuanya Menkomar, anggotanya semua menteri dan gubernur terkait dalam hal Badan Otorita Borobudur, jadi ada 2 gubernur terkait," jelas Menpar.

BOB akan menangani hal yang terkait koordinasi infrastruktur dan utilitas dasar. BOB akan berkoordinasi secara lintas kementerian. "Koordinatif  kerja sama dengan Kemen PUPR, infrastruktur Kemenhub, dan lainnya. Jadi itu satu pintu melalui Badan Otorita, dan ini terbukti efektif seperti di Danau Toba," tandasnya.

BOB dibentuk untuk menjamin terlaksananya kebijakan multi pihak. Jadi, kata Arief, tidak ada kekhawatiran terjadinya timpang tindih kebijakan. "Badan Otorita itu akan otoritatif di zona otoritatif, yaitu di Purworejo dengan luas zona 309 hektare. Di luar itu kembali ke pemerintahan biasa. BOB ini menjadi pelayanan satu atap. Jadi para investor tidak akan direpotkan dari dinas satu ke dinas lain," urainya.

Badan Otorita Pariwisata Borobudur dibentuk per tanggal 4 Januari 2018, berdasarkan Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Borobudur tahun 2017 lalu.

Borobudur termasuk dalam Warisan Budaya Dunia (World Cultural Masterpiece), dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Indonesia.

Pemerintah juga melakukan pembenahan di bidang infrastruktur untuk mendukung konektivitas ke Borobudur. Seperti pembangunan Bandara Kulon Progo, Kereta Bandara, Jalan Tol, Pelabuhan Kapal Pesiar Tanjung Mas, dan lainnya.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin mengatakan, untuk menghargai karya besar peradaban manusia tidak cukup dengan menikmatinya, tapi juga harus melestarikannya. "Kemenko Maritim telah mengkoordinasikan dan mengendalikan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur, aspek legal, teknis, dan SDM," jelas Ridwan.

Menurut Ridwan, BOB akan memiliki konsep wisata yang menjaga kelestarian Borobudur. Konsep itu adalah menikmati Borobudur, tidak perlu menyentuh Borobudur. "Keberadaan Badan Otorita justru untuk membantu upaya konservasi," tandasnya.

Ridwan menilai pembentukan BOB dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan kawasan pariwisata yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga Karimun Jawa.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Arief Prasetyo

Fahrio Rizaldi A.
12-02-2018 19:57