Main Menu

Garuda Sapa Tano Batak di Siborong Borong

Tian Arief
25-03-2016 17:43

Pendaratan perdana Garuda di Bandara Silangit (GATRAnews/Tian Arief)

Siborong Borong, GATRAnews - Deru pesawat jet bermesin ganda itu memecah keheningan langit Bandara Silangit, Siborong Borong, Sumatera Utara - kota kecamatan yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, awal pekan ini. Puluhan orang, terdiri dari para pejabat daerah, tokoh masyarakat, tim kesenian, dan masyarakat setempat, mengekspresikan kegembiraan mereka dengan bertepuk tangan ketika roda pendarat pesawat PK GRE tipe Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” milik maskapai nasional Garuda Indonesia itu, menyentuh landasan.

Itulah penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta di Tangerang Banten (CGK) menuju Bandara Silangit Siborong Borong (DTB) di Tapanuli Utara, yang menjadi pintu gerbang destinasi wisata tingkat dunia; Danau Toba. Satu per satu penumpang turun lewat tangga kecil yang merangkap pintu pesawat berkapasitas 96 penumpang ini, disambut selusin muda-mudi yang menarikan Tor-tor, tarian khas Tano (Tanah) Batak. Mereka adalah Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) M Arif Wibowo, serta puluhan penumpang lainnya, termasuk anggota Forum Pemimpin Redaksi (Pemred).

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan secara hiperbolik menyatakan, sejak Indonesia merdeka 70 tahun lalu, inilah kemerdekaan yang hakiki bagi masyarakat Tapanuli Raya. Betapa tidak, kini Danau Toba bisa dicapai dari Jakarta hanya dengan penerbangan 1 jam 45 menit, ditambah perjalanan darat sekitar 1 jam. Sebelum ini, kata Nikson, wisatawan menuju Tapanuli harus menempuh rute darat dari Kota Medan selama hampir 8 jam perjalanan. Ini waktu perjalanan yang cukup lama, mengingat jarak dari Bandara Kualanamu Medan di Kabupaten Deliserdang ke Siborong Borong "hanya" sekitar 265 km. Namun menurut pengamatan GATRAnews, di jalur wisata itu, terutama rute Kualanamu-Tebingtinggi, lalu lintasnya dipadati truk-truk besar pengangkut hasil perkebunan, sehingga perjalanan memakan waktu lebih lama. 

Bandara Silangit, Siborong Borong (GATRAnews/Tian Arief)

Keberadaan Bandara Silangit yang dibangun pada zaman Jepang dan dikembangkan semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian melayani rute penerbangan langsung dari Jakarta sebagai pintu gerbang Indonesia di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo itu, seolah membuka isolasi menuju Danau Toba dan Pulau Samosir, yang dijuluki "negeri indah kepingan surga" itu, serta destinasi wisata lainnya di Tano Batak.

Penerbangan Garuda yang langsung mendarat di jantung Tano Batak itu diharapkan bisa mendorong percepatan pembangunan kawasan Danau Toba, yang akan diproyeksikan menjadi Geopark Kaldera Toba. Salah satu syarat UNESCO menjadikan Danau Toba sebagai Taman Bumi Internasional (Global Geopark Network) adalah dengan ketersediaan infrastruktur jalan maupun jalur transportasi udara. Untuk itulah pemerintah pusat mendorong pengembangan Bandara Silangit menjadi bandara internasional.

Menurut Budi Karya, Angkasa Pura II (AP II) memiliki komitmen secara bertahap akan mengembangkan tersebut menjadi bandara internasional. Pada tahap pertama, pihaknya akan mengintensifkan pelayanan penerbangan dengan rute Silangit-Medan (Susi Air), Silangit-Gunungsitoli/Nias (Susi Air), dan Silangit-Batam (Wings Air), kemudian akan dikembangkan dengan rute penerbangan Silangit-Jakarta (Garuda). 

Saat ini, Silangit memiliki ukuran landas pacu 2.400 m x 30 m. "Satu tahun ini, dengan investasi Rp 130 milyar, kami akan melakukan overlay (pelapisan) dan juga perpanjangan landasan, pemagaran bandara, perbaikan terminal, pembangunan tower oleh Airnav Indonesia," kata Budi kepada wartawan, seusai konferensi pers di Bukit Doa Huta Ginjang, Tapanuli Utara.

Target pengembangan Silangit, menurut Budi, bisa didarati pesawat besar Boeing 737-800. Untuk perpanjangan landas pacu tahap pertama, menjadi 2.650 m x 45 m, akan dimulai pada Mei dan ditargetkan selesai pada September tahun ini. Sedangkan untuk masa datang, panjang landasan akan ditambah lagi hingga 3.500 m dengan lebar yang sama. Selain itu, apron akan ditambah menjadi 140 x 300 m2 dengan jumlah parking stand empat pesawat.
 
Budi menuturkan, karena terbilang baru, tiket untuk rute penerbangan Garuda CGK-DTB ini masih harus disubsidi. Dia mengharapkan pemerintah daerah (pemda) setempat menanggung 40% dari tiket. "Kami mengimbau agar pemda membeli 40% dari tiket itu. Boleh dijual lagi kepada orang lain," tuturnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi (GATRAnews/Tian Arief)

Garuda Indonesia, dengan pesawat jet berkapasitas 96 penumpang yang semuanya kelas ekonomi, bakal menyambangi Tanah Batak itu secara rutin tiga kali seminggu. "Setelah Garuda, menyusul akan masuk Sriwijaya Air dan Batik Air. Sriwijaya sudah melakukan pembicaraan dengan kami. Sriwijaya bisa mengambil rute Soekarno Hatta-Silangit-Kuala Namu," kata Budi.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia M Arif Wibowo, kepada wartawan menyatakan menyambut baik sinergi antara Garuda Indonesia dan AP II. Dia mengharapkan, kerja sama ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, melainkan juga dapat memberikan kontribusi positif bagi negara, khususnya dalam pengembangan pariwisata nasional.

"Pembukaan rute Jakarta-Silangit merupakan bagian dari pengembangan jaringan yang terus kami laksanakan, dan komitmen Garuda dalam mendukung program pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia," tutur Arif.

Infrastruktur jalur transportasi udara menuju Danau Toba, yang bakal dijadikan ujung tombak 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia itu, terus dibenahi. Namun tak kalah penting, infrastruktur jalan darat, yang kini memiliki hanya dua jalur untuk dua arah yang berlawanan, harus turut dibenahi. Misalnya, dengan memperlebar jalan, guna memudahkan akses bagi bus-bus wisatawan.


Reporter: Tian Arief


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Tian Arief
25-03-2016 17:43