GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Insiden Caledonian Sky, Menko Luhut Minta Pemda Papua Introspeksi

20 March 2017

 Gresik, GATRANewsMenteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengingatkan bahwa meminta pertanggung jawaban kapal wisata Caledonian Sky yang telah merusak ribuan meter persegi terumbu karang di Raja Ampat bukanlah satu-satunya solusi. Luhut meminta Pemda setempat melakukan introspeksi dan pembenahan.

 

“Kita juga introspeksi mengapa kapal itu bisa terlepas. Kita ingin peraturan lebih ketat lagi, karena (Raja Ampat) adalah daerah tujuan wisata. Apalagi terumbu karang di daerah itu termasuk jenis langka di dunia,” ujar Luhut di sela kunjungannya ke kawasan industry PT Maspion di Gresik, Jawa Timur, Senin (20/3).

 

Saat ini pemerintah belum berhitung berapa nilai kerugian akibat kejadian naas tersebut. Sedang luasan wilayah terumbu karang yang terkena dampak, data awal yang diperoleh Kemenko Kemaritiman, berkisar hampir 2 hektar atau 20 ribu meter persegi.

 

“Tim terpadu kami sedang menilai dan menghitung apa saja yang rusak dan bagaimana kasus ini ditinjau dari aspek legal. Kami sudah berhubungan dengan asuransi kapal tersebut, mereka akan bertanggung jawab atas kerusakan ini,” katanya.

 

Selama ini, Raja Ampat dikenal sebagai kawasan terumbu karang terbaik kelas dunia. Sedikitnya 537 jenis karang terdapat di ujung wilayah Indonesia itu.

 

Seperti diketahui, kapal pesiar MV Caledonian Sky yang dinakhodai Keith Michael Taylor kandas di perairan Raja Ampat pada Minggu (5/3) lalu. Kapal yang membawa turis lebih dari 100 orang dari berbagai negara ini masuk ke Papua selepas berwisata ke Papua Nugini. Kapal terjebak air laut yang surut dan menghantam wilayah karang di bawahnya.


Reporter : Hayati Nupus

Editor: Dani Hamdani