Home Milenial Kartu Pra Kerja Jokowi Dinilai Mampu Jawab Soal Pengangguran

Kartu Pra Kerja Jokowi Dinilai Mampu Jawab Soal Pengangguran

Purwokerto, Gatra.com - Program Kartu Pra Kerja yang bakal diluncurkan tahun 2020 dinilai dapat menjawab persoalan pengangguran. Terutama dari lulusan SMK / SMA yang belum mendapatkan pekerjaan.

Pengamat pendidikan dari Forum Interaksi Guru Banyumas (Figurmas), FA Agus Wahyudi mengatakan, program unggulan Presiden Jokowi ini perlu dikembangkan di setiap kabupaten dan kota. Tujuannya agar lulusan SMK yang belum bekerja memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Seperti yang dijelaskan Menaker (Muhammad Hanif Dhakiri) belum lama ini, Kartu Pra Kerja ini bertujuan untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan. Selain mendapatkan insentif, pemilik kartu pra kerja juga bisa mendapatkan fasilitas pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi. Nah ini yang dibutuhkan lulusan SMK," ujarnya melalui aplikasi perpesanan kepada Gatra.com, Selasa (26/11).

Menurutnya, meski telah menganggarkan Rp10 triliun pada APBN 2020, pemerintah perlu memetakan persoalan pengangguran ini. Pertama, masalah tersebut disebabkan oleh kesempatan kerja yang terbatas, atau kedua, terpaksa mengganggur karena tidak sesuai antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan pasar dunia kerja.

Guru SMA Negeri 2 Purwokerto ini menjelaskan, bila penyebab masalah tersebut adalah kesempatan yang terbatas, maka lulusan SMK harus berlatih berwirausaha dan mandiri. Namun, jika terjadi ketidaksesuaian antara kompetensi dengan kebutuhan pasar, hal ini menandakan terjadi permasalah pada kurikulum atau jurusan sekolah itu.

"Maka, sebaiknya jurusan di SMK perlu ditinjau ulang. SMK wajib berubah dan adaptif terhadap perubahan ilmu dan pengetahuan," jelasnya.

Menurut dia, lulusan SMA yang menganggur disebabkan karena mereka tidak disiapkan untuk langsung masuk dunia kerja, melainkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Mereka bisa menjadi tenaga ahli madya atau ilmuwan.

"Tetapi itu (lulusan SMA) juga jangan dibiarkan. Mereka yang tidak bisa melanjutkan studi harus dibekali ketrampilan," katanya.

Adapun Kartu Pra-Kerja ini dikemukakan Presiden Joko Widodo pada masa kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2024.

Kartu ini dimaksudkan bagi masyarakat Indonesia yang baru lulus sekolah (SMA/SMK atau Perguruan Tinggi) yang belum memiliki pekerjaan serta mereka yang ingin pindah pekerjaan.

200