Home Ekonomi Konsumen Indonesia Rela Bayar Premium untuk 5 Produk E-commerce Ini

Konsumen Indonesia Rela Bayar Premium untuk 5 Produk E-commerce Ini

1740

Jakarta, Gatra.comOnline menjadi tujuan belanja yang populer bagi konsumen di seluruh dunia yang ingin membeli produk premium. Jenis produk eksklusif dan penawaran menarik mampu menghasilkan penjualan dari para pelaku e-commerce dalam dan luar negeri. Demikian menurut sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis oleh perusahaan riset global, Nielsen.

Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium. Mereka menemukan bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium (45% di 2018, naik 6 poin dibanding 2016). Hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24%, naik 5 poin dibandingkan 2016).

Konsumen di India, Turki, dan Indonesia (masing-masing 72%, 66%, dan 58%) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium. Sementara konsumen di Hong Kong (38%), Kroasia (36%), dan Serbia (36%) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Baca Juga: Bersaing Ketat, Walmart Meksiko Berupaya Rebut Pasar Amazon

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah Kualitas yang Unggul (56%), Kinerja (51%), Desain (43%), Pengalaman (42%), dan Merek (42%). Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen (41%) bersedia membayar lebih untuk produk dari Bahan Organik dan Sepenuhnya Alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang Berkelanjutan (38%) dan produk-produk memiliki Tanggung Jawab Sosial (30%).

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk Elektronik Pribadi (42%), Pakaian (40%), Kosmetik (31%), dan protein seperti Susu dan Daging (masing-masing 30% dan 29%). Sementara, konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori Elektronik Pribadi (komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan sebagainya) sebanyak 63%, kategori produk Pakaian/Sepatu (41%), Mobil (37%), Perhiasan (34%), dan Kosmetik (32%).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru. Hampir setengah dari konsumen (46%) mengatakan Rekomendasi dan Dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh Riset tentang Produk (36%), Iklan Online (32%), Iklan Televisi (31%) dan Iklan Dalam Toko (25%).

Baca Juga: Ayo Nyoblos, Lalu Ikuti KlingKing Fun!

Ditemukan pula bahwa setengah (50%) konsumen Indonesia masih mempertimbangkan Rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru. Sementara masing-masing 45% konsumen lainnya mengaku bahwa Iklan Online dan Riset tentang Produk menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru.

“Kebiasaan melakukan riset - yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet - sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik. Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli. Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat,” kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Selasa (16/4).

Baca Juga: Hut BUMN Tercatat Dalam Rekor MURI

Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60%) di dalam negeri. Sementara itu, 15% konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium. Alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Laporan Nielsen Changing Consumer Prosperity menyajikan sentimen konsumen terhadap situasi keuangan mereka, perilaku pembelian mereka dan dampaknya terhadap pengeluaran lainnya. Ini mengungkapkan dinamika belanja konsumen oleh daerah yang mencakup 64 negara, termasuk kategori teratas yang dibelanjakan konsumen lebih banyak, bersama dengan kategori teratas di mana konsumen bersedia membayar lebih mahal. Nielsen menggunakan standar pelaporan minimum penetrasi Internet 60% atau 10 juta populasi online untuk inklusi survei.

 

 

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS