Home Iran Kritik AS yang Tuding Ikhwanul Muslimin sebagai Kelompok Teroris

Iran Kritik AS yang Tuding Ikhwanul Muslimin sebagai Kelompok Teroris

Teheran, Gatra.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah mengkritik rencana Amerika Serikat untuk menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

"AS tidak dalam posisinya untuk menyebut pihak lain sebagai organisasi teror dan kami menolak segala upaya AS dalam hal ini," ujar Zarif, dikutip Al-Jazeera (1/5).

“Justru Amerika Serikat mendukung Israel yang merupakan teroris terbesar,” tambahnya lagi.

Zarif angkat bicara karena sehari sebelumnya, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menuding Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi mendesak Trump untuk mengambil langkah tersebut pada saat kunjungannya ke Gedung Putih 9 April lalu. Setelah pertemuan itu, Trump memuji Sisi sebagai ‘Great President’.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Ikhwanul Muslimin menolak langkah yang dilakukan oleh Trump dan Sisi. 

"Ikhwanul Muslimin akan tetap lebih kuat - melalui rahmat dan kekuatan Allah- daripada keputusan apapun."

Sebelum AS, di beberapa negara timur tengah juga telah menunjuk Ikhwanul Muslimin masuk daftar hitam organisasi teroris, antara lain dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam tertua dan terbesar di Mesir, didirikan oleh Hassan al-Banna pada 1928. Gerakan ini awalnya dimaksudkan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, tetapi kemudian tumbuh menjadi gerakan politik.