Home Kesehatan Mengobati Penderita Hepatitis C yang Juga Terserang HIV

Mengobati Penderita Hepatitis C yang Juga Terserang HIV

Jakarta, Gatra.com - Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) semakin sering ditemukan bersamaan dengan virus Hepatitis C (VHC) atau yang disebut sebagai koinfeksi VHC-HIV. Adanya infeksi HIV akan memperberat perjalanan penyakit Hepatitis C dan juga menurunkan respons pengobatan. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi Hepatlogi RSCM, dr. Juferdy Kurniawan melakukan penelitian guna mencari peran mutasi pada virus hepatitis C yang juga mengidap HIV. "Jadi mau dilihat, apakah adanya mutasi pada virus Hepatitis C ini berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien Hepatitis C yang diobati dengan interferon,” terangnya, seusai sidang terbuka doktor dalam ilmu kedokteran di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

Berbagai faktor yang mempengaruhi respons pengobatan telah diteliti antara lain faktor virus, pejamu, dan pengobatan. Mutasi virus diduga berperan penting dalam menentukan hasil terapi. Penelitian mengenai hal ini masih sangat sedikit dan studi yang telah dilakukan hingga saat ini hanya berfokus pada jumlah mutasi.

Penelitian tersebut kemudian menemukan bahwa pada VHC yang mengalami mutasi, yang mampu mengubah fungsi (mutasi non netral) pada lokasi tertentu memiliki hasil terapi yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak memiliki mutasi. Hal yang lebih mengejutkan, mutasi atau perubahan sebanyak satu asam amino pada VHC cukup untuk memberikan hasil terapi Peg-IFN/RBV yang baik.

“Mutasi seringkali dinilai hanya berdasarkan pada perubahan jumlah asam amino. Penelitian saya ini tidak hanya melihat perubahan asam amino, tetapi juga apakah mutasi ini merubah fungsi atau jenis protein Hepatitis C-nya yang bisa berperan terhadap terapi interferon. Jadi, meneliti mutasi jangan hanya melihat jumlah saja, tetapi tentukanlah jenisnya, karena jenis ini menentukkan efek keberhasilan pengobatan.,” jelasnya.

Saat ini, pengobatan VHC memang perlahan-lahan mulai digantikan oleh Direct Acting Antiviral (DAA). Sehingga, penelitian jenis mutasi guna evaluasi sebelum diberikan DAA sangat disarankan untuk dilakukan dalam terapi Hepatitis C.

756