Home Ekonomi Agustus Puncak Kemarau, Pemerintah Optimalkan Waduk

Agustus Puncak Kemarau, Pemerintah Optimalkan Waduk

Jakarta, Gatra.com - Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi mengatakan Indonesia akan memasuki puncak kemarau pada Agustus 2019 mendatang.

Prakiraan yang didapatkan dari dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu, dikatakannya berpengaruh terhadap ketersediaan air. Sebab sebanyak 52,9% daerah di Indonesia tak mendapat pasokan air dari hujan.

Hari menjelaskan, untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau, pemerintah memiliki beberapa sumber cadangan air. Salah satunya adalah waduk, yang kini berjumlah 215 waduk.

Hari mengatakan, dari jumlah tersebut, ada 16  waduk yang dijadikan sumber utama. Rinciannya, hanya 6 waduk yang beroperasi secara normal atau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Sementara 10 waduk lainnya di bawah rencana, yang artinya realisasi pemberian air lebih besar dari rencana.

Hari mencatat, hingga 30 Juni 2019 lalu, ketersediaan air di 16 waduk utama itu mencapai 3,8 juta m3. Angka tersebut, jelasnya, cukup hingga akhir tahun.

"Itu sampai bulan Oktober masih bisa. Biasanya kan November ada hujan dikit-dikit," kata Hari selepas konferensi pers di kantor Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, (12/7).

Jika tidak ada hujan sama sekali, Hari mengaku sudah mempersiapkan langkah preventif dengan BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau misalnya tidak ada, kita bersama dengan BMKG, BNPB mengajukan modifikasi cuaca dan sebagainya. Tapi biasanya jarang, tiap tahun ada hujan," jelas Hari.

Hari membeberkan, area yang bisa dilayani dari 16 waduk itu mencapai 403 hektar dari 573 hektar. Sementara jika ditotal, volume 215 waduk per 30 Juni 2019 mencapai 1573,48 juta m3 dengan jangkauan daerah yang sama, yakni 403 hektar. 

293