Home Ekonomi Tambang Emas Ilegal Menurunkan Populasi Ikan Perairan Jambi

Tambang Emas Ilegal Menurunkan Populasi Ikan Perairan Jambi

Jambi, Gatra.com – Sekda Provinsi Jambi, M. Dianto berharap agar simposium nasional tentang perikanan darat yang digelar di Provinsi Jambi bisa meningkatkan hasil perikanan masyarakat. Harapan tersebut disampaikannya saat membuka Simposium Nasional Ikan dan Perikanan Perairan Daratan (SNIP2D) di Hotel V Kota Jambi, Rabu (17/7).

Simposium tersebut mengusung tema Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan yang Berkelanjutan, Berkedaulatan, dan Berkeadilan sebagai Wahana Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Dianto mengucapkan terima kasih kepada Ketua Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII) yang telah memilih Provinsi Jambi sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan simposium ini, dengan harapan simposium dapat menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang bermanfaat dalam pengembangan perikanan di Provinsi Jambi.

Dianto menyebutkan, seiring dengan berkembangnya sektor industri dan maraknya Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) telah memberikan dampak negatif terhadap pencemaran perairan umum khususnya sungai, perairan menjadi kotor, secara otomatis akan menurunkan populasi ikan, pada sisi lain kegiatan usaha budidaya kolam dan keramba jaringan apung juga akan terganggu karena sumber airnya berasal dari sungai yang tercemar oleh PETI tersebut.

“Pemerintah daerah sudah berusaha keras dengan pihak terkait untuk menanggulangi PETI tapi kenyataan masih ada. Dengan adanya simposium ini bisa mencarikan solusi agar masyarakat sadar pentingnya sungai yang bersih bagi kehidupan. Untuk mengantisipasi kerusakan sungai tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kota terus mengembangkan pola konservasi sumber daya perikanan dengan mengembangkan suaka perikanan yang berbasis masyarakat. Melalui pola seperti ini masyarakat setempat ditumbuhkan kesadarannya untuk memelihara kelestarian sumber daya perairan yang ada di sekitar lingkungannya," katanya

Terkait dengan pelestarian sumber daya perikanan, Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi tetap konsisten melaksanakan kegiatan pemacuan stok (restocking) pada perairan danau, rawa, yang populasi ikannya sudah menurun dengan jenis ikan lokal seperti, ikan kelemak, semah, betok, gurami dan ikan lainnya semua benih ikan lokal tersebut hasil pembenihan instalasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Ia mengimbau segenap lapisan masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang merusak lingkungan yaitu seperti dengan listrik, racun, bahan peledak dan sebagainya.

Ketua Panitia Simposium Nasional Indonesia, Tedjo Sukmono menyampaikan, simposium yang dilaksanakan bertujuan untuk memajukan pengetahuan tentang ikan dan wadah untuk saling tukar informasi, bagi masyarakat iktiologi Indonesia.

"Ditunjuknya Provinsi Jambi sebagai tuan rumah penyelenggara simposium tersebut karena ada beberapa faktor, di antaranya Provinsi Jambi mempunyai sungai terpanjang di Sumatra yaitu sungai Batanghari, mempunyai ikan terbesar yaitu ikan Tapah dan ikan terkecil yakni ikan paedocypris progenetica yang dikategorikan ikan terkecil di dunia, ikan ini sudah mendapat pengakuan dunia internasional, ini hanya terdapat di Provinsi Jambi. Peserta simposium berasal dari perwakilan masyarakat iktiologi dari seluruh Indonesia,” kata Tedjo Sukmono.

397