Home Internasional Cina Klaim Telah Memulangkan Muslim Uighur di Xinjiang

Cina Klaim Telah Memulangkan Muslim Uighur di Xinjiang

Xinjiang, Gatra.com - Seorang pejabat senior di Xinjiang, menyampaikan bahwa pemerintah Cina pada Selasa (30/7) telah memulangkan sejumlah warga Muslim Uighur dari wilayah Xinjiang yang diklaim sebagai pusat pelatihan. Namun pejabat tersebut menolak merinci jumlah warga yang ditahan dalam beberapa tahun terakhir.

Terkait klaim tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung pernyataan Wakil Ketua Dewan Xinjiang, Alken Tuniaz, soal pemulangan orang-orang yang ditahan tersebut.

AS mengatakan, Beijing harus mengizinkan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia menyelidiki klaim tersebut.

Baca juga: Penindasan Muslim Uighur: MUI Minta Pemerintah Bersikap Keras Terhadap China

Tuniaz dalam pernyataannya di Beijing, mengatakan, jumlah orang yang masuk dalam fasilitas kamp-kamp Xinjiang dinamis. Menurutnya, sebagian besar dari mereka berhasil mendapatkan pekerjaan.

"Saat ini, sebagian besar orang yang telah menerima pelatihan telah kembali ke masyarakat, kembali ke rumah," katanya dikutip dari Reuters, Rabu (31/7).

Hingga kini, Cina belum merilis jumlah terkait berapa banyak orang telah dikirim ke kamp-kamp tersebut. Pihak berwenang juga membatasi akses bagi penyelidik independen. Para peneliti membuat perkiraan melalui berbagai metode seperti menganalisis dokumen pengadaan pemerintah dan melalui citra satelit.

Direktur regional Amnesty International di wilayah Timur dan Asia Tenggara, Nicholas Bequelin, mengatakan, pernyataan Cina tidak dapat dipercaya. Ia mengklaim pihaknya memiliki laporan tentang para tahanan dalam skala besar.

Baca juga: AS: Represi Muslim Uighur Semakin Buruk

"Cina menipu dan membuat keragaman laporan yang sia-sia sebagai upaya untuk menghilangkan perhatian seluruh dunia atas penahanan dari Uighur dan etnis minoritas lain di Xinjiang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Wartawan asing telah melaporkan pengalaman pribadi beberapa mantan tahanan dan memotret berbagai fasilitas seperti penjara yang dikelilingi kawat berduri dan adanya menara pengamat.

Meski negara-negara Barat telah mengeluarkan kritik keras terhadap kamp-kamp tersebut, Cina belum merilis program deradikalisasi di wilayah yang telah diliputi oleh kekerasan etnis itu.

111