Home Gaya Hidup Puluhan Pecinta Alam Lakukan Tapa Bisu di Gunung Slamet

Puluhan Pecinta Alam Lakukan Tapa Bisu di Gunung Slamet

BanyumasGatra.com - Puluhan pecinta alam mengikuti ritual tapa bisu di lereng Gunung Slamet, Sabtu (31/8). Tradisi ini membuka rangkaian Grebeg Sura Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
 
Ketua Panitia Ritual, Wiwit Yuni mengatakan, tapa bisu merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak tahun 2000 silam. Peserta pendakian tidak boleh berbicara satu sama lain selama perjalanan.
 
"Tapi untuk tahun ini tak seperti ritual pendakian seperti biasanya. Peserta tidak mendaki hingga ke puncak Gunung Slamet. Perayaan malam pergantian Tahun Hijriah ini hanya digelar di Camp Kaliandra," ujarnya di sela Peresmian Jalur Pendakian Gunung Slamet trek Baturraden dan pembukaan Grebeg Sura Baturraden, Sabtu (31/8).
 
Dia mangatakan, para peserta diberangkatkan dari Gedung Putih, Kebun Raya Baturraden sekitar pukul 17.00 setelah penandatanganan kerjasama peresmian jalur pendakian trek Baturraden. Usai menempuh perjalanan sekira 45 menit perserta berkemah di area Pos Bayangan 1 Kaliandra.
 
"Esoknya, kami akan melakukan penanaman bibit tanaman keras di sekitar jalur pendakian," tambahnya. 
 
Adapun pembukaan jalur pendakian Baturraden merupakan hasil kerjasama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, PT Palawi Risorsis, Kebun Raya Baturraden, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wanakarya Lestari Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden. Jalur ini rencananya dikelola bersama dan dioperatori oleh komunitas pecinta alam Kecamatan Baturraden "Radenpala".  
 
Adminsitratur Perum Perhutani KPH Banyumas Timur , Didiet Widhy Hidayat berharap, jalur Baturraden akan menjadi jalur terbaik. Selain karena vegetasi yang masih terjaga, rute pendakian juga terbebas dari sampah plastik. 
 
"Jalur Baturraden harus zero plastic. Sistemnya sudah kita siapkan sejak awal, Pendaki yang membawa platik dilarang naik. Ini seperti pendakian Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat," katanya. 
 
Menurut dia, KPH Banyumas Timur saat ini sudah mengelola dua jalur pendakian Gunung Slamet yaitu, trek Gunung Malang dan Bambangan di Purbalingga. Kedua jalur ini kondisinya memprihatinkan karena selalu dipenuhi sampah.
 
Belajar dari pengalaman itu, dia meminta pengelola posko pendakian untuk memperketat pemeriksaan barang bawaan pengunjung. Bila ditemukan plastik, maka pendaki wajib membeli kantong berbahan serat ketela yang telah disediakan. 
 
"Kantong ini lebih mudah terurai dan ramah lingkungan," imbuhnya. 
 
Manajer PT Palawi Risorsis, Arief Suswantoro mengatakan, jalur pendakian trek Baturraden sebenarnya sudah sering digunakan. Namun baru kali ini dibuka secara resmi.
 
"Trek pendakian ini akan menambah alternatif wisata minat khusus di Baturraden. Apalagi ciri khas hutan yang masih alami tentu menjadi daya tarik tersendiri. Ini yang perlu dijaga bersama-sama," ucapnya.
289