Home Politik Tak Ingin KPK Mati, 10 Nama Capim Harus Diteliti Jokowi

Tak Ingin KPK Mati, 10 Nama Capim Harus Diteliti Jokowi

Jakarta, Gatra.com - Pengamat politik Exposit Strategic, Arif Susanto mengatakan, hidup dan mati KPK saat ini berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah memilih, tugas penting yang diemban KPK pasca reformasi hingga kini bisa tinggal kenangan saja. 

Dia meminta Jokowi untuk meneliti betul 10 nama kandidat calon penimpin (capim) KPK yang akan diumumkan Senin (2/9) mendatang. Termasuk dalam uji kepatutan dan kelayakan (Fit and proper test). 

"Masa depan KPK yang sekarang ini cuma ada di tangan presiden. Jadi jangan sampai nanti KPK semakin didorong pada jurang yang tidak kita tahu ujungnya. Jangan sampai ini KPK cuma tinggal nama, tinggal gedungnya saja," kata Arif dalam diakusi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Matraman, Minggu (1/8).

Iinformasi yang menyebutkan ada capim KPK yang berbohong saat mengikuti serangkaian tes, menurut Arif, harus diperhatikan Jokowi. Agar, pimpinan terpilih memiliki kredibilitas serta integritas yang tinggi.  

Termasuk kepada DPR RI. Jokowi, Lanjut Arif, harus memberikan penekanan agar para wakil rakyat sungguh-sungguh memberikan tes tanpa tersangkut motif dibaliknya. 

"Bagaimanapun proses ini kan juga memiliki muatan politis, jadi harus ada tekanan dari presiden sendiri kepada proses di DPR nanti, supaya prosesnya itu sungguh-sungguh menghasilkan pemimpin di KPK yang punya integritas dan keberanian." 

Ada beberapa kandidat yang menjadi perhatian publik termasuk pegiat anti korupsi di tanah air. Hal ini terkait capim yang tidak melaporkan LHKPN, hingga menyembunyikan fakta bahwa ia pernah menggelar pertemuan dengan terperiksa di KPK. 

430