Home Internasional Korsel Adukan Pengetatan Kontrol Ekspor Jepang ke WTO

Korsel Adukan Pengetatan Kontrol Ekspor Jepang ke WTO

Seoul, Gatra.com - Korea Selatan (korsel) berencana  mengajukan keluhan atas pengetatan kontrol ekspor Jepang kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Rabu (11/9). Korsel menuduh Tokyo memiliki "motivasi politik" dan "diskriminatif" dalam pertikaian kedua negara yang meningkat dan berakar pada sejarah masa perang.

Pada bulan Juli, Jepang memberlakukan kontrol yang lebih ketat pada ekspor tiga bahan baku dalam cip dan layar ponsel pintar ke Korsel. Pemberlakuan kebijakan itu dilakukan di tengah memanasnya sengketa diplomatik mengenai kompensasi bagi pekerja paksa selama pendudukan Jepang atas Korea selama Perang Dunia Kedua.

"Kami telah memutuskan untuk mengadukan  langkah-langkah Jepang ke WTO untuk mencegah tindakan penyalahgunaan perdagangan untuk tujuan politik tidak terjadi lagi," kata Menteri Perdagangan Korsel, Yoo Myung-Hee dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Jepang Bukan Mitra Dagang Utama Korsel Lagi

Hubungan bilateral memburuk setelah Mahkamah Agung Korsel tahun lalu memerintahkan dua perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada pekerja masa perang. Tokyo menganggap  keputusan tersebut hukum internasional. Jepang mengatakan, masalah kompensasi diselesaikan di bawah perjanjian 1965.

Yoo mengatakan, perusahaan Korsel "dihadapkan dengan kerusakan serius" sebagai akibat dari pembatasan ekspor, yang juga menimbulkan ketidakpastian ke dalam rantai pasokan global dan ekonomi.

Bahan-bahan yang dipengaruhi oleh kontrol ekspor Jepang adalah polyimide berfluorinasi, photoresists, dan hidrogen fluoride yang digunakan oleh perusahaan teknologi Korsel seperti Samsung Electronics ( 005930.KS ).

Jepang sekarang mengharuskan eksportir untuk meminta izin setiap kali mereka ingin mengirimkan bahan-bahan tersebut, yang memakan waktu hingga 90 hari. "Sebelumnya, hanya butuh beberapa minggu untuk mengirim," kata Yoo.

Hanya tiga pengiriman yang telah disetujui sejak Tokyo mengambil tindakan pada 4 Juli.

Yoo juga mengatakan, Korsel sedang mempertimbangkan "semua opsi" dalam menanggapi keputusan Tokyo untuk mengeluarkan Korea dari daftar putih mitra dagang pilihan. Korsel juga mengambil langkah-langkah untuk menjatuhkan Jepang dari daftar putihnya.

"Keluhan Seoul tidak akan menyebabkan Jepang menghentikan pembatasan ekspor yang lebih ketat pada tiga barang, tetapi ini tentu akan memberikan tekanan pada Jepang untuk secara hati-hati menerapkan langkah-langkah tersebut," kata seorang Profesor di Seoul National University, Ahn Duk-geun.  

Sebagai langkah pertama penyelesaian sengketa WTO, Korsel akan meminta konsultasi dengan Jepang dan mengupayakan pengakhiran pembatasan ekspor. Jika itu tidak menyelesaikan masalah, Korsel akan meminta panel WTO memutuskan kasus tersebut.

Baca juga: Ekspor Dibatasi, Korea Selatan Laporkan Jepang Ke WTO

"Pembicaraan dapat memakan waktu 60 hari atau lebih," kata seorang pejabat Kementerian Perdagangan Korsel.

Para ahli memperkirakan Jepang akan mengajukan keluhan di WTO terkait pembatasan ekspor yang direncanakan Korsel. Tetapi kasus WTO dapat memakan waktu bertahun-tahun.

"Mereka harus menyelesaikan masalah ini secara politis dan diplomatik, tetapi resolusi seperti itu kemungkinannya kecil untuk tercapai karena kedua pemerintah menggunakan perselisihan untuk keuntungan politik mereka sendiri," kata  seorang Profesor Ekonomi di Universitas Inha, Cheong In-kyo dikutp dari Reuters, Rabu (11/9).

79