Home Milenial Pemikiran Kritis Anak Penting Untuk Asah Penyelesaian Masalah

Pemikiran Kritis Anak Penting Untuk Asah Penyelesaian Masalah

Jakarta, Gatra.com - Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Waras Kamdi mengatakan peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Solusi yang bisa digunakan adalah dengan proses pembiasaan dan mendekatkan proses pembelajaran pada realitas.

Menurutnya, peserta didik harus berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, atau C4. Waras juga mengatakan bahwa kemampuan tersebut menjadi ruh dalam pembelajaran agar para peserta didik memiliki kemampuan dalam penyelesaian masalah.
 
"Ketika anak-anak belajar pada realitas kehidupan, mereka akan menyadari problem dan persoalan-persoalan. Dari persoalan tersebut, mereka menemukan alternatif penyelesaian dan peluang untuk menjadi pilihan hidup atau profesi yang mereka jalani," kata Waras saat ditemui, di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Kamis (12/9).
 
Waras mengatakan pentingnya hal tersebut dilakukan mengingat kondisi peserta didik di Indonesia sudah mengalami perubahan terutama dari sisi cara belajar minat kerja. Menurutnya para peserta didik hari ini memiliki kecenderungan agar keinginan mereka didengar sehingga perlu model pembelajaran berbeda.
 
Di lain pihak, Waras juga menyebut baha kurikulum pendidikan yang ada masih bertumpu pada pekerjaan-pekerjaan yang ada. Padahal sudah banyak pekerjaan yang tidak lagi relevan dan para peserta didik harusnya diberi ruang untuk menjadi pencipta pekerjaan-pekerjaan baru.
 
"Kedepan akan sulit bagi kita untuk memprediksi lapangan pekerjaan. Maka, perlu cara berpikir dan kecakapan lain yang sumbernya dari C4 agar anak mampu menciptakan jenis pekerjaan baru. Jenis pekerjaan dan profesi apa yang sudah lahir sekarang bukan diciptakan guru atau instansi pendidikan, tapi anak-anak. Mereka penciptanya," kata Waras.
317