Home Gaya Hidup Pengunjung Padati Pantai Gondoriah Saksikan Hoyak Tabuik

Pengunjung Padati Pantai Gondoriah Saksikan Hoyak Tabuik

Pariaman, Gatra.com - Ratusan ribu pengunjung berbondong-bondong  untuk menyaksikan puncak Budaya Hoyak Tabuik yang dipusatkan di Pantai Gondoriah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu sore (15/9).

Perayaan budaya lokal yang sudah berlangsung puluhan tahun ini  untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatra Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Meskipun sudah digelar setiap tahunnya, perayaan ini tidak pernah sepi pengunjung, meskipun harus berdesak-desakan sesama pengunjung di Pantai Gondoriah. Apalagi saat prosesi hoyak tabuik, dan tabuik dibuang.

Pengunjung tidak hanya datang dari Provinsi Sumbar saja, tetapi juga dari Pekanbaru, Pangkalan Kerinci (Pelalawan), hingga Jakarta.

Perayaan Hoyak Tabuik yang dilakukan kaum Syiah sudah dimulai sejak 1831 di Pariaman. Tabuik berbentuk patung seekor burak (kuda berkepala manusia perempuan yang memiliki dua sayap dan ekor yang lebar).

Di punggungnya terdapat peti dengan hiasan-hiasan yang cantik dengan sebuah payung kertas di puncaknya. Semua patung ini terbuat dari rangka bambu, rotan, dan kayu. Kemudian dihias dengan kain dan kertas warna-warni. Setiap tahun ada dua tabuik setinggi 12 meter yang dikeluarkan ke tengah kota pada 10 Muharam.

Tahun ini perayaan budaya Hoyak Tabuik diperpanjang selama 15 hari, dengan mengambil puncak kegiatan pada hari Minggu. Hal tersebut untuk menarik lebih banyak wisatawan ke daerah setempat.

Novia, salah satu pengunjung yang datang dari Kota Padang sengaja datang untuk menyaksikan prosesi pembuangan Tabuik ke laut, meskipun harus menempuh perjalanan dua jam menggunakan sepeda motor.

"Soalnya penasaran acara puncaknya seperti apa, meskipun sudah digelar setiap tahunnya," ujarnya.
 

278