Home Ekonomi Tauco: Bumbu Tertua Di Dunia yang Punya Prospek Cerah

Tauco: Bumbu Tertua Di Dunia yang Punya Prospek Cerah

Cianjur, Gatra.com - Banyak orang menganggap tauco sebagai bumbu tertua di dunia. Meski tidak asli berasal dari China, namun rasa tauco yang asin dengan aroma khas telah familiar di lidah masyarakat Indonesia.
 
Stefani Tasma, salah satu produsen tauco di Cianjur, Jawa Barat mengaku, meski kuno, tauco memiliki prospek penjualan yang cukup bagus di masa depan. Baik sebagai produk penganan atau sebagai salah satu bentuk wisata edukasi.
 
"Memang tauco ini salah satu makanan tradisional ya, tapi dia sebenarnya punya prospek bagus. Sebagai penganan juga sebagai wisata," kata pemilik olahan tauco Cap Meong itu, saat ditemui di kawasan Cugenang, Cianjur, Rabu (9/10).
 
Tauco Cap Maung. (GATRA/Qonita Azzahra/far)

 

 
Stefani melanjutkan, saat ini saja tokonya yang berada di kawasan Cugenang tersebut seringkali dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka yang datang, biasanya akan ditunjukkan bagaimana produksi tauco, mulai dari penyortiran kedelai, hingga dimasukkan dalam botol kaca untuk dikemas.
 
"Jadi untuk wisata edukasi untuk masyarakat. Umum sama dari sekolah sering kunjungan ke sini. Jadi ini biar mereka tahu, bagaimana susahnya membuat tauco. Biar mereka lebih menghargai tauco," ujarnya.
 
Sedangkan untuk penganan, Stefani mengungkapkan, dia ingin memperbarui produknya, menjadi tauco baru dan kekinian. Seperti membuat tauco menjadi sambal berlevel. Pun dengan memperbanyak varian sambal tauco.
 
"Anak-anak zaman sekarang sukanya kan dengan sambal level-level. Jadi mungkin nanti kita akan buat itu. Biar tidak ribet masak juga. Kemasan jg nanti.. nanti akan di varian sambelnya. Mungkin dengan leunca, yang akrab dengan lidah orang Sunda dulu," imbuh dia.
 
Sementara itu, tauco sendiri dibuat dengan cara fermentasi. Stefani menjelaskan, kedelai mentah yang sudah disortir, akan dijemur dan digiling, setelahnya kedelai akan ditampih untuk memisahkan kulitnya. Baru kemudian direbus selama lima hingga enam jam. 
 
"Habis itu dijemur lagi. Baru deh kalau sudah kering, masuk ke peyeuman (ruangan khusus) untuk fermentasi. Habis itu, kalau sudah keluar jamur, kita jemur lagi. Baru nanti bisa masuk ke patiman kecil (pot tanah liat). Yang masih basah itu umurnya sekitar tiga hari. Kalau yang sudah agak kering seminggu," jelas dia. 
 
Tauco yang bagus, menurut Stefani, adalah produk dengan wangi khas. Wangi tersebut akan semakin enak, jika tauco disimpan lebih lama.
 
2698