Home Kesehatan Gangguan Mental Rawan Dijadikan Obyek Popularitas di Medsos

Gangguan Mental Rawan Dijadikan Obyek Popularitas di Medsos

Jakarta, Gatra.com - Alih-alih sadar akan gangguan kesehatan jiwa (mental illness), banyak remaja yang ternyata menjadikannya hanya sebagai obyek untuk mencapai popularitas di media sosial (medsos).

Fenomena ini sudah kerap kali terjadi, khususnya melalui cerita-cerita di laman Twitter yang menunjukkan bahwa mereka mendiagnosis diri sendiri terserang mental illness, tanpa ada bukti dari medis.

"Sebenarnya, kalau kesadaran terhadap kesehatan mental tinggi itu sangat baik. Tetapi, apabila terlalu tinggi juga bisa membuat seseorang jadi berlebihan," kata Dokter Spesialis Kejiwaan dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Sylvia Detri Elvira, Sp.KJ(K) usai seminar bertemakan "Prevent Suicide by Loving Yourself" di IMERI FKUI, Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Dokter Sylvia mengungkapkan, hal ini memang akan terjadi pada fase-fase remaja. Sebab, mereka masih dalam tahap mencari identitas dan eksistensi, terlebih dengan pesatnya perkembangan di media sosial.

"Ada pasien saya yang masih berusia remaja. Saat datang untuk berkonsultasi dia langsung membawa sejumlah daftar gangguan kesehatan jiwa dan menduga-duga apakah dirinya terserang bipolar, depresi dan lainnya. Jadi mereka langsung mendiagnosis diri sendiri sebelum ke dokter, padahal ya belum tentu benar," pungkasnya.

 

 

 

165