Home Internasional Anggota Republik Serbu Ruang Sidang Cegah Pemakzulan Trump

Anggota Republik Serbu Ruang Sidang Cegah Pemakzulan Trump

Washington DC, Gatra.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diduga meminta anggota parlemen Partai Republik untuk menghalangi upaya Demokrat yang ingin memakzulkannya, dengan cara mengganggu penyelidikan dan mencegah pejabat bersaksi.

Dilansir Reuters, beberapa anggota Partai Republik menyerbu ke ruang sidang di mana Laura Cooper, pejabat Pertahanan AS yang mengawasi masalah Ukraina dan Rusia, akan bersaksi di balik sidang tertutup itu. Berdasarkan kesaksian seorang anggota parlemen dan asistennya, orang-orang itu menyoraki Cooper.

Penyelidikan dakwaan itu sendiri berfokus pada permintaan Trump untuk Ukraina, yakni menyelidiki saingannya dari Demokrat, Joe Biden, guna keuntungan politik pribadinya. Seorang asisten kongres Partai Republik membeberkan bahwa konfrontasi yang berlangsung dramatis selama penyelidikan itu mengancam kepresidenan Trump, terlebih ketika ia berusaha untuk mencalonkan diri kembali tahun depan.

Polisi Capitol pun dipanggil untuk membersihkan ruangan dan menertibkannya. "Mereka (Republik) ketakutan. Mereka berusaha menghentikan penyelidikan ini," kata Perwakilan Demokrat Ted Lieu, Rabu (23/10) waktu setempat.

"Mereka tidak ingin mendengar kesaksian Cooper hari ini. Mereka tahu lebih banyak fakta yang akan disampaikan dan itu benar-benar memberatkan Presiden Amerika Serikat," imbuhnya.

Perwakilan Republik Mark Meadows mengatakan kepada wartawan tentang situasi di ruang sidang, "Ada sekitar 20 anggota (parlemen) di sana, namun setidaknya ada 12 orang yang tidak termasuk dalam tiga komite. Dan mereka akan menunggu sampai ada proses yang lebih terbuka dan transparan."

Partai Republik telah menyebut aturan untuk penyelidikan pemakzulan yang ditetapkan oleh para pemimpin DPR yang dipimpin Demokrat tidak adil. Konstitusi AS memberikan keleluasaan luas bagi DPR dalam cara melakukan proses dakwaan dan menetapkan aturan untuk penyelidikan.

Saksi mata yang melihat peristiwa tersebut mengatakan bahwa anggota parlemen dari Partai Republik mendorong personel Kepolisian Capitol dan mulai berteriak, menyuarakan keberatan mereka terhadap keputusan yang dibuat oleh para pemimpin Demokrat di DPR untuk mengadakan deposisi dalam sesi tertutup dan tidak melepaskan transkrip kesaksian.

Perwakilan Republik Matt Gaetz, seorang pendukung Trump yang blak-blakan dan memimpin aksi kemarin, telah mencoba memasuki ruang komite pekan lalu, tetapi ditolak karena dia bukan anggota dari salah satu dari tiga komite yang memimpin penyelidikan.

Sementara itu, perwakilan Demokrat Eric Swalwell mengatakan kepada wartawan bahwa Partai Republik telah mengkompromikan daerah aman di Capitol, menghalangi penyelidikan pemakzulan dan berusaha mengintimidasi seorang saksi, tetapi tidak akan menunda penyelidikan pemakzulan secara keseluruhan. “Kami melihat ini sebagai upaya tidak hanya untuk mengintimidasi saksi sekarang, tetapi juga untuk mengintimidasi saksi yang akan datang. Itu tidak akan berhasil," ujat Swalwell.

Cooper, wakil asisten Sekretaris Pertahanan untuk Rusia, Ukraina dan Eurasia, pada hari sebelumnya tiba untuk kesaksian dan diperkirakan akan menghadapi pertanyaan tentang keputusan Trump tahun ini yang akan menahan USD 391 juta bantuan keamanan ke Ukraina yang disetujui oleh Kongres.

Dalam kesaksian atas penyelidikan pada Selasa, William Taylor, diplomat top AS di Ukraina, mengatakan Trump telah membuat kontingen bantuan pada Ukraina mengumumkan akan melakukan penyelidikan bermotivasi politik yang dituntut oleh Presiden.

213