Home Gaya Hidup 'Anak Lereng Lawu', Komik Seru tentang Kisah Hidup Ganjar

'Anak Lereng Lawu', Komik Seru tentang Kisah Hidup Ganjar

Semarang, Gatra.com - Kartunis Semarang membikin buku komik tentang kehidupan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Buku itu diberi judul "Anak Lereng Lawu".

Komik-kartun itu merupakan hasil buah karya dari kartunis yang tergabung dalam komunitas Gold Pencil Semarang. Buku tersebut memiliki tebal 72 halaman dan berisikan 13 cerita.  

Ketua Kominutas Gold Pencil Semarang, Abdul Arief mengatakan “Anak Lereng Lawu” berkisah tentang perjalanan hidup Ganjar dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil.

“Buku ini juga menggambarkan masa kecil Ganjar dalam kehidupan yang susah hingga dewasa, kuliah di UGM dan bergabung di PDI Perjuangan, dan menjadi gubernur,” kata Abdul saat sesi penyerahan buku di rumah dinas gubernur, Puri Gedeh, Semarang, Selasa (29/10) malam.

Buku komik itu diserahkan langsung oleh kartunis senior, Jitet Kustana kepada Ganjar disaksikan oleh anggota komunitas Gold Pencil mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Kelompok Kartunis Kaliwungu (Kokang), Sahabat Difabel Semarang dan para seniman.

Sederet kartunis terlibat dalam proyek pembuatan semisal kartunis senior Jitet Kustana, Ratno, Joko Susilo Kustiyo Black, Priyadi, Agung, Darsono, Dyas, Nani, dan Rahma.

Menurutnya pembuatan buku komik kartun itu juga sebagai hadiah Hari Ulang Tahun ke-51 Ganjar Pranowo yang jatuh pada Senin (28/10) lalu.

"Semoga Pak Ganjar tetap mboten korupsi, mboten ngapusi (tidak korupsi, tidak berbohong),” ujar Arief.

Sang gubernur merasa senang mendapatkan hadiah buku komik kartun karena sejak kecil dirinya sudah gemar komik.

Orang nomor satu di Jateng itu mengaku turut mengidolakan tokoh pelukis almarhum Tino Sidin yang kerap mengisi acara "Gemar Menggambar" di televisi.

“Saat almarhum Pak Tino Sidin tampil di televisi saya ikut menggambar. Pak Tino Sidin selalu memuji karya siapa saja, bagus,” katanya.

Kepada para kartunis, Ganjar, berpesan agar lebih giat menampilkan karya dengan memberikan sedikit narasi agar masyarakat dapat memahami gambar kartun.

Ia berharap kartunis juga dapat menggunakan kartun sebagai media diplomasi dan penangkal gerakan radikalisme.

“Saya mendorong pindahkan kartun ke media kaos sebagai bahan diplomasi, setiap event buat desainnya. Gunakan kartun sebagai penangkal gerakan radikalisme,” pungkas Ganjar.

485