Home Politik Menteri Kehakiman Jepang Undur Diri dari Jabatannya

Menteri Kehakiman Jepang Undur Diri dari Jabatannya

Tokyo, Gatra.com - Menteri Kehakiman, Katsuyuki Kawai mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis ini (31/10). Dilansir NHK News dan sumber lainnya, alasan pengunduran diri Kawai karena sebuah majalah memuat bahwa istri mantan Menteri Kehakiman tersebut. Anri Kawai membayar sejumlah uang melebihi aturan. Hal ini terjadi saat pemilihan Majelis Tinggi sebelum akhirnya terpilih dari distrik Hiroshima pada bulan Juli.

Dalam majalah tersebut, Anri dikabarkan membayar 30.000 yen (Rp3,8 juta) per hari untuk karyawan wanita yang menyiarkan slogan dari mobil kampanye. Padahal menurut hukum, seharusnya bayaran itu tidak melebihi 15.000 yen per hari. Selain itu, dituliskan pula, sekretaris Anri memberikan melon dan kepiting kepada pemilih lokal.

Menanggapi pernyataan tersebut, saat menemui wartawan, Kawai membantah hal tersebut. Ia memastikan bahwa keluarganya sudah mengikuti prosedur hukum dengan benar. Ia bersama istrinya tidak mengetahui tuduhan tersebut.

"Saya mengundurkan diri dengan alasan tidak ingin kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin berkurang, tetapi saya akan mencari informasi tersebut dan meminta pihak majalah untuk memberikan kejelasan," ujarnya seperti dilansir dari NHK News, Kamis (31/10).

Kawai menjadi anggota kedua setelah Menteri Perdagangan, Isshu Sugawara yang mundur di bawah kabinet Perdana Menteri, Shinzo Abe pada Jumat (25/10) lalu atas skandal serupa. Menanggapi hal tersebut, Abe menyatakan banyak kritik yang menghampiri dirinya dan meminta maaf atas hal tersebut.

"Tentunya pengunduran berturut-turut ini, membuat kritik datang kepada saya dan secara tulus, saya meminta maaf kepada seluruh warga Jepang. Kawai dan Sugawara ditunjuk pada September untuk menjalani tugas sebagai bagian dari pemerintah," ujarnya.

Dikabarkan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Liberal, Masako Mori menggantikan Kawai sebagai Menteri Kehakiman. Ia sebelumnya menjabat sebagai menteri yang bertanggung jawab atas beberapa langkah untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.

343