Home Kebencanaan Dihantam Gelombang Tinggi, 18 Rumah di Batang Kapas Remuk

Dihantam Gelombang Tinggi, 18 Rumah di Batang Kapas Remuk

Painan, Gatra.com – Beberapa daerah di Sumatera Barat dalam beberapa hari belakangan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, sebanyak tujuh titik pantai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar terdampak abrasi cukup parah. Kerusakan semakin parah, karena wilayah pesisir Sumbar itu juga dilanda fenomena alam angin selatan yang terjadi sejak tiga bulan terakhir.

Kepala Bidang Pantai dan Rawa, Balai Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pesisir Selatan, Novi Irawan, mengatakan, tujuh titik pantai yang terdampak abrasi di Pessel, kondisinya cukup parah. Bahkan beberapa rumah yang berada sangat dekat dengan bibir pantai, mengalami kerusakan di bagian tertentu.

"Gelombang tinggi yang menghantam bibir Pantai di Kampung Muara IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas telah merusak sebanyak 18 unit rumah warga,” ujar Novi saat dihubungi, Kamis (31/10).

Selain di Muaro di Batang Kapas, enam titik yang mengalami abrasi pantai diantaranya, Muaro Air Haji di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Muaro Karang Labuang, Kecamatan Lengayang, Pantai Ujung Air dan Pantai Samudera Surantih di Kecamatan Sutera, Sungai Pampan serta Pantai Api-Api di Kecamatan Bayang.

"Rata-rata bibir pantai di Kawasan itu terkikis, dan butuh penanganan secepatnya. Pemda Pessel sudah melakukan beberapa upaya penanganan sementara, dan melaporkannya ke pemerintah provinsi dan pusat,” sebutnya.

Dia menyebutkan, pihaknya mengusulkan upaya penanganaan untuk abrasi di bibir pantai Batangkapas sebanyak dua titik dengan pemasangan batu jeti sepanjang 1,5 kilometer dengan anggaran Rp1,6 miliar. Perbaikan di Sungai Panpan sepanjang satu kilometer dengan anggaran sebesar Rp1 miliar.

Sedangkan penanganan untuk Pantai Ujung Air di Kecamatan Sutera, sepanjang 2 kilometer diusulkan sebesar Rp2,4 miliar. Sepanjang 1,5 kilometer di Pantai Karang Labuang di Kecamatan Lengayang, dengan anggaran Rp1,6 miliar dan di Muara Air Haji sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp2,4 miliar.

"Dari yang di usulkan tersebut yang baru diverifikasi oleh pihak kementerian perbaikan di Batangkapas. Karena statusnya sudah mencapai level darurat,” ucapnya.

Melihat kondisi pantai yang semakin hari semakin terkikis, Novi mengimbau masyarakat yang berada di pesisir pantai, untuk tetap waspada. Selain meningkatkan kewaspadaan, warga juga diminta untuk tidak lagi mendirikan bangunan terlalu dekat dengan bibir pantai. Sebab, fenomena angin selatan pada tahun ini terjadi cukup Panjang. “Akibatnya, hampir sebagian pantai terdampak abrasi," imbuhnya.

367