Home Ekonomi HKTI Jalin Kerja Sama Untuk Kacang Koro di Jambi

HKTI Jalin Kerja Sama Untuk Kacang Koro di Jambi

Jambi, Gatra.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jambi di bawah kepemimpinan Usman Ermulan kembali menunjukkan keberpihakan ke petani. Di samping tidak menentunya harga komoditi unggulan sawit dan karet.

Keberpihakan HKTI Jambi yakni menjalin kerja sama dengan BUMD Merangin, BRI AGRO dan kelompok tani yang bernaung di bawah HKTI Jambi sepakat untuk mengembangkan komoditi kacang koro.

"Kesepakatan antara HKTI Jambi, BUMD Merangin sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk menampung hasil produksi petani komoditi kacang koro, dengan harga dasar sebesar Rp4.000 per kilo," ujar Usman Ermulan, Rabu (6/11).

Usman bilang, harga yang ditampung oleh pihak BUMD Merangin mengikuti siklus harga pasaran. Harga dasar tersebut disepakati sebagai langkah awal dari HKTI Jambi untuk menjamin stabilitas harga komoditi kacang koro sehingga petani tidak mengalami kerugian, kemudian memiliki pasaran yang bagus terhadap hasil produksi.

"Jika pasarannya mengalami kenaikan tentu harga yang dibeli juga naik, angka Rp4.000 per kilo adalah harga antisipasi," kata mantan Anggota DPR RI ini

Ia mengakui HKTI terus meningkatkan perannya salah satunya sebagai bridging institution atau institusi yang menjembatani banyak pihak, khususnya para petani.

"Seperti saat ini yang tengah dikerjasamakan antara petani, BRI AGRO dan BUMD. HKTI hadir untuk memberi solusi, sehingga masalah kesejahteraan petani sudah seharusnya menjadi tanggung jawab HKTI," kata Usman.

Menurut Usman, yang juga mantan Bupati Tanjung Jabung Barat ini, kehadiran Bank BRI AGRO adalah sebagai pihak pemodal terhadap petani. Seperti saat ini yang menjadi masalah krusial bagi petani adalah permodalan, namun dalam kesepakatan tersebut BRI AGRO sepakat untuk menyalurkan kredit di bidang pertanian.

Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Merangin, Baharuddin mengaku gagasan yang diinisiasi oleh HKTI Jambi dalam kerja sama pembudidayaan kacang koro merupakan sebuah solusi strategis dalam meningkatkan taraf kehidupan petani.

"Kita selaku BUMD sepakat kerja sama antara HKTI Jambi, dan kita dari BUMD Merangin sebagai pihak penampung dari hasil produksi petani kacang koro," ujar Baharuddin.

Baharuddin berharap setelah dilakukan kesepakatan antara HKTI, BUMD dan BRI AGRO agar petani yang terhimpun bersama HKTI untuk bergerak cepat melaksanakan program penanaman pembudidayaan kacang koro.

"BUMD Merangin saat ini menargetkan paling tidak dapat menampung komoditi kacang koro sebanyak 200 ton per minggu," katanya.

Ia mengapresiasi HKTI sebagai yang mewadahi petani, begitu juga kepada Bank BRI AGRO yang memfasilitasi permodalan, artinya masalah krusial bagi petani yang tergabung di HKTI Jambi tidak lagi terkendala terhadap permodalan. Kemudian untuk mendapatkan pinjaman permodalan BRI AGRO, ialah bagi petani yang telah tergabung dalam kelompok atau menjadi anggota HKTI Jambi dengan melengkapi beberapa administrasi.

Sekretaris HKTI Jambi, Diawan Dani menambahkan, HKTI merupakan sebuah solusi bagi petani, hal itu menunjukkan keselarasan dengan motto HKTI sendiri, bahwa HKTI bangkit, petani makmur artinya memiliki peran bahwa petani adalah garda terdepan untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

"Masalah krusial di tingkat petani seperti permodalan, kami HKTI Jambi sandingkan dengan pihak Bank BRI AGRO yang menjamin permodalan tersebut melalui kredit di bidang pertaniannya," kata Diawan Dani.

Menurutnya, HKTI adalah sebuah pelayan bagi petani dengan demikian tentu mereka merasa terayomi dengan berbagai support yang diberikan. "Problema selama ini yang mereka alami, Insya Allah mulai terkikis, jadi memang betul-betul motto HKTI bangkit Petani makmur. Ini satu gebrakan sehingga petani timbul rasa percaya pada institusi pemerintah karena HKTI hadir untuk memberi solusi, baik dengan pengusaha dan pihak perbankan," katanya.

357