Home Kesehatan Apoteker Berperan Sebarluaskan Pengurangan Risiko Tembakau

Apoteker Berperan Sebarluaskan Pengurangan Risiko Tembakau

Yogyakarta, Gatra.com – Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menekan angka perokok di Indonesia, namun hasilnya belum optimal. Di sisi lain, sejumlah negara maju, seperti Inggris dan Jepang, telah melakukan studi dan kajian ilmiah mengenai produk tembakau alternatif yang kemudian dijadikan acuan untuk membuat regulasi. Hasilnya, jumlah perokok di negara tersebut mengalami penurunan.

 
 

Minimnya informasi yang akurat terhadap produk tembakau alternatif mendorong Indonesia Young Pharmacist Group (IYPG) bersama Koalisi Bebas TAR (KABAR) menggelar seminar di Yogyakarta, Sabtu (9/11).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IYPG, Arde Toga Nugraha, mengatakan bahwa seminar ini diadakan untuk memberikan pemahaman kepada apoteker. Apoteker dianggap memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan konsep pengurangan risiko terhadap produk tembakau yang dibakar.

Konsep ini merupakan sebuah upaya untuk mengurangi penyakit berbahaya yang disebabkan oleh rokok. Caranya dengan memberikan pilihan kepada perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok.

“Untuk menyukseskan konsep pengurangan risiko, tentu saja memerlukan peran besar dari berbagai pihak, termasuk para praktisi apoteker,” kata Arde dalam keterangan resminya, Minggu (10/11).

Arde mengambil contoh seperti di Selandia Baru, apoteker di sana menginformasikan produk tembakau alternatif untuk memberikan pilihan bagi perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang lebih rendah risiko.

Dalam kesempatan yang sama, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran, Ardini Raksanagara, menjelaskan bahwa apoteker dapat menyampaikan informasi mengenai perbedaan antara nikotin dan tar.

Apoteker memiliki peran yang sangat penting untuk meluruskan kesalahan persepsi di publik.

“Perokok dewasa seharusnya punya akses informasi terhadap fakta ilmiah dan penelitian yang kredibel, sehingga mereka paham apa perbedaan nikotin dan tar yang terdapat dalam rokok termasuk langkah alternatif yang dapat membantu mengurangi risiko kesehatan mereka,” ujar Ardini.

Selain itu, Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya, melanjutkan publik masih beranggapan bahwa produk tembakau alternatif juga menghasilkan tar. Hal tersebut membuat perokok dewasa enggan beralih ke produk tembakau alternatif.

Padahal, kata Amaliya, penggunaan dari produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap dan tar. Produk tembakau alternatif ini menghasilkan uap dan memiliki peran sebagai medium penghantar nikotin bagi perokok dewasa.

 

376