Home Kesehatan Elfie Yennie: Anugerah Swasti Saba Kado Istimewa HKN ke-55

Elfie Yennie: Anugerah Swasti Saba Kado Istimewa HKN ke-55

Batanghari, Gatra.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Jambi, dr. Elfie Yennie, MARS mengatakan Anugerah Swasti Saba merupakan kado istimewa dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55.

"Penghargaan terbaru yang berhasil diperoleh Kabupaten Batanghari yakni meraih predikat Kabupaten Sehat Tingkat Nasional dan meraih Anugerah Swasti Saba untuk pertama kalinya," kata Elfie dalam sambutan acara puncak peringatan HKN ke-55 di Kantor Dinkes Batanghari, Ahad (17/11).

Kepada segenap jajaran kesehatan di seluruh pelosok Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batanghari, Elfie memberikan penghargaan dan terima kasih atas segala pengabdian tak kenal lelah terhadap petugas di semua institusi pelayanan kesehatan.

"Baik yang di Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dari Batu Sawar sampai ke Bungku, dari Tidar Kuranji sampai Terentang Baru, dari Kaos sampai Simpang Jelutih, dari Kota Muara Bulian sampai ke seluruh pelosok negeri," ujarnya.

Elfie melihat jajaran kesehatan memiliki semangat pantang menyerah, semangat untuk tetap profesional, berinovasi di dalam keterbatasan sarana prasarana dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

"Secara khusus saya sampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran kesehatan yang mengabdikan diri di daerah terpencil, yang berjuang di tengah sulitnya akses infrastruktur maupun tantangan kesehatan masyarakat," ucapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kader kesehatan digaris terdepan. Menurut Elfie, perjuangan untuk menciptakan masyarakat yang sehat belum berakhir.

"Demikian juga kepada organisasi kemasyarakatan, kalangan swasta, teman-teman media dan pemerhati kesehatan yang telah ikut memberikan kontribusi dalam menyampaikan informasi-informasi kesehatan ke tengah masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan sama, penghargaan turut Elfie sampaikan kepada Bupati dan jajaran pemerintah Kabupaten Batanghari yang selalu memberi dukungan dan berjuang bersama demi suksesnya pembangunan kesehatan.

"Kepada Ibu Hj Yunninta, Ketua Forum Kabupaten Sehat yang telah sukses mengantarkan Kabupaten Batanghari untuk sejajar bersama Kabupaten/Kota Sehat lainnya di Indonesia untuk menerima Anugerah Swasti Saba. Sebuah prestasi yang amat membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Batanghari di bidang kesehatan," ucapnya.

HKN ke-55 bertemakan "GENERASI SEHAT, INDONESIA UNGGUL". Sebagaimana telah diamanatkan Presiden RI Joko Widodo bahwa perhatian pemerintah dalam lima tahun ke depan diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

Peringatan HKN ke-55 Tingkat Kabupaten Batanghari ditandai dengan Pekan Batanghari Sehat, yaitu kegiatan pemeriksaan Penyakit Tak Menular dan Deteksi Dini Kanker Serviks secara serentak. Kemudian ada juga kegiatan Bakti Sosial ke Suku Anak Dalam (SAD). Kegiatan ini telah melayani ribuan masyarakat.

"Ada juga Lomba Inovasi Pelayanan Kesehatan, lomba pelaksanaan PIS-PK dan berbagai lomba olahraga seperti Lomba Futsal dan bulutangkis. Pada kesempatan baik ini, akan dilaksanakan pula Deklarasi Desa/Kelurahan ODF dari pemberian penghargaan bagi desa/kelurahan yang telah Stop kebiasaan BAB sembarangan untuk tahun 2019," katanya.

Menurut Elfie, peringatan HKN ke 55 tahun ini terasa berbeda dengan adanya HKN Expo. Dimana setiap Puskesmas berlomba-lomba menampilkan inovasi pelayanan kesehatan dan produk unggulan. Hal ini menunjukkan makin meningkatnya semangat melayani dan berinovasi serta makin kuatnya tim kerja dan silaturrahmi di antara para pelaku pembangunan kesehatan di Kabupaten Batanghari.

"Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan terdapat 12 indikator pelayanan dasar yang harus dilakukan kabupaten yang pencapaiannya harus 100%," ujarnya.

Sebagian besar indikator SPM Bidang Kesehatan beriringan dengan 12 Indikator Keluarga Sehat (IKS). Sehingga jika pendekatan keluarga ini dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan akan meningkatkan capaian SPM bidang kesehatan.

Selain penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait.

"Dengan mendorong Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga dan Germas, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sehingga tercipta masyarakat yang produktif serta dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional," katanya.

220