Home Gaya Hidup Pemkab Muaro Jambi Didemo Terkait Korupsi dan Narkoba

Pemkab Muaro Jambi Didemo Terkait Korupsi dan Narkoba

Muaro Jambi, Gatra.com - Kantor Bupati Muaro Jambi turut didemo Gerakan Anak Jambi pada Senin pagi (9/12). Pada peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia itu, para pendemo tidak hanya melakukan aksi unjuk rasa di gedung Kejari Muaro Jambi.

Para pendemo itu turut mendatangi Kantor Bupati Muaro Jambi dan berorasi di sana. Mereka mendesak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Muaro Jambi agar mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Korlap Aksi, Raden Yanto mengatakan, korupsi merupakan sebuah fenomena yang telah membawa dampak kompleks terhadap sosial, politik dan ekonomi sebuah negara. Korupsi telah memperlambat pembangunan ekonomi serta membuat roda pemerintahan tidak stabil.

"Karena itu, kami mendesak agar Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Muaro Jambi mengingatkan semua jajarannya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi," kata Raden Yanto.

Gerakan Anak Jambi ini turut menyorot tingginya penyalahgunaan narkotika dikalangan pegawai dalam lingkup Pemkab Muaro Jambi. Berdasarkan data yang mereka miliki, jumlah pegawai yang tertangkap kasus narkoba sudah lumayan banyak. Para pegawai Pemkab Muaro Jambi yang tertangkap itu ada yang berstatus pejabat, pegawai biasa bahkan ada yang honorer.

"Kami minta agar segera dilakukan tes urine, kami yakin masih banyak pegawai di Pemkab Muaro Jambi ini yang terlibat narkoba. Saya berani jamin. Kalau sekarang dites, pasti ada yang positif," kata Raden Yanto.

Raden Yanto mengatakan, peredaran narkoba di kalangan pegawai Pemkab Muaro Jambi sangat erat hubungannya dengan tindak pidana korupsi. Para pegawai yang terlibat narkoba sangat berpotensi melakukan berbagai cara untuk melakukan korupsi uang negara.

"Tes urine harus segera dilaksanakan. Kami tahu biayanya mahal. Namun, lebih bagus kita memperbaiki mental mereka daripada membangun jalan. Kalau mental mereka rusak, maka roda pemerintahan kita ini akan terganggu," ujarnya.

Para pendemo sendiri tidak dapat bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Muaro Jambi. Ketiga pejabat itu tidak berada ditempat karena sedang dinas luar.

Pemkab hanya mengutus Asisten II Setda Muaro Jambi, David Rojano untuk menemui para pendemo. David menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengabulkan permintaan para pendemo. Namun, David memaatikan bahwa aspirasi yang disampaikan pendemo akan diteruskan kepada Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Muaro Jambi.

"Hari ini akan saya laporkan melalui WA, Semua aspirasi saudara akan saya sampaikan," kata David Rozano.

David sendiri menyatakan dukungannya terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Pemkab Muaro Jambi. Korupsi dan narkotika, kata David, merupakan perbuatan yang mesti dihindari.

"Narkoba itu merusak otak, tidak ada gunanya. Yang didapat itu kehancuran. Korupsi juga demikian, harus dihindari karena akan ketahuan juga. Ujungnya masuk penjara," ujar David Rojano.

235