Home Ekonomi Relokasi SPPBE Tak Akan Ganggu Pasokan LPG di Bandung Barat

Relokasi SPPBE Tak Akan Ganggu Pasokan LPG di Bandung Barat

Bandung Barat, Gatra.com - Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) di Kampung Asrama, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal tergusur oleh proyek kareta cepat Bandung-Jakarta.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana melalui anak perusahaannya PT Jabar Energi memastikan bahwa relokasi SPPBE tersebut tidak akan menggangu pasokan LPG 3 Kg di KBB.

Pasalnya, PT Jasa Sarana dengan PT KCIC telah sepakat untuk membangun terlebih dahulu SPPBE pengganti yang siap beroperasi di kawasan Kecamatan Cipatat. Sehingga, pemindahan SPPBE di  Desa Campakamekar dilakukan tatkala SPPBE di Cipatat betul-betul telah dibangun dan siap operasi.

"Kita sudah menerima izin dari Pertamina untuk pindah ke Cipatat. Tapi SPPBE yang lama akan berhenti operasi, setelah yang baru benar-benar bisa operasi," tutur Direktur PT Jasa Sarana, Dyah SH Wahjusari, Rabu (11/12/2019).

Menurut Dyah, dengan adanya kesepakatan itu, operasional SPPBE yang menghasilkan 30 ton per hari itu tidak akan berhenti. Sehingga, pasokan LPG 3 Kg untuk wilayah Bandung Barat tetap aman.

"Dengan pola seperti ini, saya jamin tidak akan ada kelangkaan LPG," ucapnya.

Selain menjamin kelancaran distribusi LPG, PT Jasa Sarana juga akan memastikan bahwa proses relokasi SPPBE di Desa Campakamekar benar-benar aman dengan cara menggandeng tim monitoring Pertamina.

"Sebelum di eksekusi, tim monitoring Pertamina bakal mengecek dan memastikan bahwa gas betul-betul kosong dan aman dilakukan pembongkaran," pungkasnya. 

884